Home / Pemerintahan

Jumat, 1 Agustus 2025 - 19:35 WIB

Pemkab Garut Resmi Mulai Rehabilitasi Pasar Guntur, Drainase dan Jalan Dibongkar Total

Pemerintah Kabupaten Garut resmi memulai proyek rehabilitasi besar-besaran di Pasar Rakyat Guntur (Pasar Ciawitali), Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (1/8/2025). Proyek ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama atau Ground Breaking oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

Pemerintah Kabupaten Garut resmi memulai proyek rehabilitasi besar-besaran di Pasar Rakyat Guntur (Pasar Ciawitali), Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (1/8/2025). Proyek ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama atau Ground Breaking oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

PENA GARUT.COM– Pemerintah Kabupaten Garut resmi memulai proyek rehabilitasi besar-besaran di Pasar Rakyat Guntur (Pasar Ciawitali), Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (1/8/2025). Proyek ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama atau Ground Breaking oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

Menurut Bupati Syakur, rehabilitasi drainase dan jalan pasar menjadi langkah konkret untuk menuntaskan masalah klasik yang selama ini menghambat kenyamanan pengunjung dan pedagang. Becek, jalan rusak, dan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang semrawut jadi sorotan utama.

“Kami melihat kondisi Pasar Ciawitali ini kurang kondusif. Drainasenya sering becek, jalannya rusak, dan PKL memenuhi akses jalan. Ini jelas menghambat pengunjung,” ujar Syakur.

Ia berharap perbaikan ini akan menjadikan Pasar Guntur sebagai pasar representatif yang nyaman dan tertib. “Kami ingin infrastrukturnya baik, drainasenya lancar, jalan bagus, dan PKL tertata. Orang datang ke pasar harus merasa nyaman,” tambahnya.

Tak hanya soal fisik, Syakur menyoroti kapasitas pasar yang sudah melebihi batas wajar. Pasar yang dibangun pada 1985 itu kini dihuni sekitar 3.000 pedagang di atas lahan seluas 3,3 hektare.

“Ini sudah overkapasitas. Ke depan, kita pikirkan perluasan atau bahkan relokasi agar pasar lebih representatif,” ungkap Syakur.

Pemkab Garut juga akan memperketat regulasi pendirian pasar modern untuk mencegah persaingan tak sehat dengan pasar tradisional. “Pasar modern penting untuk investasi, tapi harus ada keadilan untuk pasar tradisional. Kita cek ulang izinnya agar lebih fair,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, menjelaskan bahwa proyek drainase sepanjang 2.400 meter akan menghabiskan anggaran Rp 779 juta dengan target pengerjaan 120 hari kalender. Sementara perbaikan jalan pasar sepanjang 384 meter akan menelan biaya Rp 674 juta, ditargetkan rampung dalam 90 hari.

“Pasar ini berdiri sejak 1985 dengan luas bangunan 28.000 m². Saat ini ada 1.909 kios, 1.116 los, dan 1.022 PKL. Total 3.010 pedagang mengandalkan pasar ini untuk hidup,” terang Ridwan.

Ia menambahkan, pengawasan dilakukan secara ketat dan transparan. Disperindag telah menggandeng Kejaksaan Negeri Garut dan Inspektorat Daerah untuk mengaudit setiap tahapan proyek.

“Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi bukti komitmen mewujudkan Garut Hebat. Semua diawasi profesional demi hasil maksimal,” pungkas Ridwan.

Selain Pasar Guntur, Pemkab Garut juga mengajukan revitalisasi Pasar Cikajang tahun depan serta pasar desa lainnya secara bertahap.(San)

Share :

Baca Juga

Polres Garut melalui Pos Pengamanan (Pos Pam) Kadungora menunjukkan tindakan cepat dan sigap dalam memberikan bantuan kepada pemudik yang mengalami musibah di tengah perjalanan. 

Pemerintahan

Respon Cepat Polres Garut Bantu Pengawalan Jenazah Anak yang Meninggal Mendadak di Perjalanan
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, membuka secara resmi _High Level Meeting_ Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang berlangsung di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin (23/12/2024).

Pemerintahan

Jelang Nataru, Pemkab Garut Lakukan Upaya Pengendalian Inflasi
Sebanyak 150 orang pemudik asal kabupaten garut, ikut dalam program mudik gratis yang dilaksanakan oleh Polres Garut, pada Ops Ketupat Lodaya 2025.

Pemerintahan

Mudik Gratis Bersama Kapolres Garut, 150 Pemudik Sudah Diberangkatkan
Personel Polsek Wanaraja Polres Garut melakukan pengecekan langsung ke lokasi longsor yang terjadi di Kampung Cinunuk, RT 02 RW 04, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.

Pemerintahan

Polsek Wanaraja Polres Garut Tinjau Lokasi Longsor di Desa Cinunuk
Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Demokrat, Endang Saepudin, melaksanakan kegiatan reses masa sidang I tahun 2025 di Kampung Tajursela, RW 01 Desa Sukamenak—yang kini telah menjadi Desa definitif Sukarahayu, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, pada Senin (13/10/2025).

Pemerintahan

Air Bersih dan Pupuk Jadi Keluhan Utama Warga, Ini Respons Endang Saepudin
Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum penting bagi berbagai kalangan untuk kembali menegaskan peran generasi muda dalam membangun bangsa. 

Pemerintahan

Pemuda Garut Harus Jadi Garda Terdepan! Seruan Menggema dari Anggota Dewan Kabupaten Garut Ihat Solihat
Aparat kepolisian Polda Jawa Barat melalui jajaran Krimsus kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas kejahatan ekonomi. Dipimpin oleh Faris Mahardika, S.I.K selaku Unit 3 Subdit I, petugas berhasil mengungkap praktik produksi dan peredaran minuman keras oplosan bermerek palsu “Kuda Mas” di wilayah Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Senin (14/4/2026).

Pemerintahan

Minuman “Kuda Mas” Ternyata Palsu, Ini Fakta Mengejutkannya!
Kabupaten Garut kini memiliki pemimpin baru. Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU dan drg. Hj. Putri Karlina, MBA resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Garut periode 2025-2030. Pelantikan ini berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (20/2/2025) dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Pemerintahan

Abdusy Syakur Amin dan Putri Karlina Resmi Dilantik: Pemimpin Baru Garut Siap Wujudkan Inovasi dan Dedikasi
error: Content is protected !!