PENA GARUT.COM – Persoalan ketidaksesuaian data desil masyarakat menjadi salah satu keluhan yang mencuat dalam kegiatan reses masa sidang I tahun 2026 Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Demokrat, Endang Saepudin, Selasa (13/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Endang menerima berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari persoalan data penerima bantuan sosial, kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga tidak mampu, hingga kebutuhan air bersih yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kecamatan Wanaraja.
Endang mengatakan, salah satu persoalan yang dinilai cukup krusial adalah adanya ketidaksesuaian antara data desil dengan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya.

Menurutnya, terdapat warga yang secara kondisi ekonomi masih tergolong kurang mampu, tetapi dalam data justru tercatat pada desil yang lebih tinggi sehingga berpengaruh terhadap akses mereka mendapatkan bantuan.
“Masih banyak data desil yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ada yang masuk desil satu sampai tiga, tetapi setelah dicek di lapangan kondisinya tidak layak masuk desil tersebut. Sebaliknya, ada yang masuk desil delapan, tetapi kondisi sebenarnya sangat memprihatinkan,” ujar Endang.
Ia menilai, persoalan tersebut harus segera mendapatkan perhatian serius karena data desil menjadi salah satu acuan dalam menentukan masyarakat yang berhak memperoleh berbagai program bantuan pemerintah.
Endang juga menerima keluhan warga tidak mampu yang kepesertaan BPJS Kesehatannya tidak aktif karena dalam data tercatat memiliki desil enam ke atas.
Padahal, kata dia, kondisi ekonomi warga tersebut di lapangan justru menunjukkan bahwa mereka sangat membutuhkan bantuan.
“Permasalahan yang dikeluhkan masyarakat adalah BPJS yang tidak aktif. Ada warga yang tidak mampu, tetapi desilnya enam ke atas. Ini akan kami tindak lanjuti ke Dinas Sosial,” katanya.
Endang menegaskan, warga tidak mampu dengan kondisi kepesertaan BPJS tidak aktif dan tercatat pada desil tinggi akan menjadi salah satu persoalan yang didorong untuk mendapatkan perhatian dan penanganan.
Ia mengaku sebelumnya juga telah menyampaikan persoalan perbaikan data desil melalui pandangan fraksi. Menurutnya, pembaruan data harus dilakukan berdasarkan kondisi nyata masyarakat agar bantuan pemerintah tidak salah sasaran.
“Berdasarkan usulan yang disampaikan peserta reses, ini akan menjadi bahan saya untuk melaporkan kepada pimpinan agar ditindaklanjuti secara serius dan tegas, khususnya terkait perbaikan data-data desil,” ucapnya.
Selain persoalan data sosial, Endang juga akan berkoordinasi dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Garut yang membidangi urusan sosial untuk mendorong adanya koordinasi dengan dinas terkait.
“Kita akan koordinasi dengan Ketua Komisi IV yang membidangi sosial agar segera diagendakan koordinasi dengan dinas terkait,” ujarnya.
Di sisi lain, persoalan air bersih juga menjadi aspirasi yang cukup mendesak disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses tersebut.
Endang menyebut, musim kemarau yang berlangsung panjang menyebabkan sejumlah wilayah di Kecamatan Wanaraja mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Yang sangat urgent sekarang berkaitan dengan air bersih. Akibat kemarau yang sangat panjang, banyak wilayah di Kecamatan Wanaraja yang masih kekurangan air bersih. Ini harus segera ditangani secara serius,” katanya.
Bahkan, lanjut Endang, terdapat sejumlah wilayah yang belum memiliki sarana jaringan air bersih yang dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat.
Ia pun berkomitmen memperjuangkan kebutuhan tersebut agar masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih, dapat memperoleh pelayanan air hingga ke rumah masing-masing.
“Mudah-mudahan saya bisa memperjuangkan kebutuhan masyarakat, terutama sarana air bersih untuk setiap rumah yang ada di wilayah Wanaraja,” pungkasnya.
Persoalan data desil, kepesertaan BPJS bagi warga kurang mampu, serta akses air bersih menjadi catatan penting dari hasil reses Endang Saepudin. Aspirasi tersebut selanjutnya akan dibawa untuk dikoordinasikan dengan pimpinan DPRD maupun perangkat daerah terkait agar dapat ditindaklanjuti.(San)















