PENA GARUT.COM– Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-17, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Karsa Husada Garut menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Gizi Optimal Menuju Indonesia Emas 2045”.
Ketua STIKES Karsa Husada Garut, H. Engkus Kusnadi, S.Kep., M.Kes., menyampaikan bahwa seminar ini menjadi bagian dari rangkaian acara untuk merayakan perjalanan panjang institusi yang berdiri sejak tahun 2007.
“Seiring berjalannya waktu, dalam 17 tahun ini kami telah memiliki 8 program studi dengan jumlah mahasiswa mencapai 1.980 orang,” ungkap Engkus Kusnadi saat di wawancarai di Gedung Pendopo Jl. Kiansantang No.2, Regol, Kec. Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (22/08/2024).
Ia menambahkan bahwa topik gizi dipilih karena perannya yang sangat vital dalam kehidupan manusia, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan bayi. Menurutnya, topik ini juga sejalan dengan rencana STIKES Karsa Husada untuk membuka program studi baru di bidang gizi.
“Pada tahun ini, insya Allah, kami akan mendirikan program studi gizi. Ini menjadi langkah strategis untuk memberikan wawasan serta merancang program studi gizi ke depan,” jelas Engkus.
Selain itu, ia juga mengungkapkan rencana perubahan status STIKES menjadi Institut Kesehatan, yang salah satu syaratnya adalah memiliki minimal tiga program studi sarjana.
“Dengan adanya program studi sarjana keperawatan, kebidanan, dan nantinya gizi, STIKES Karsa Husada optimis dapat memenuhi syarat tersebut,”
Engkus menargetkan, pada tahun ajaran 2024-2025, pihaknya dapat mengajukan perizinan untuk pembukaan program studi gizi.
“Proses persiapan sudah hampir 95% selesai, hanya tinggal melengkapi satu dosen yang belum memenuhi persyaratan,” tuturnya.
Ia berharap pada bulan-bulan mendatang, proses pengajuan izin dapat dimulai, sehingga STIKES Karsa Husada semakin dekat untuk menjadi Institut Kesehatan yang unggul di bidangnya.(San)















