PENA GARUT.COM-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) GRADASI dari Institut Pendidikan Indonesia (IPI), Institut Teknologi Garut (ITG), dan Universitas Garut (UNIGA) menggelar Talkshow Aksi Peduli Lingkungan dengan tema “Jaga Lingkungan, Jaga Masa Depan”.Kegiatan ini berlangsung di GOR Desa Galihpakuwon pada Senin, 29 Desember 2025, dan diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari warga umum, pemuda, serta kader lingkungan.
Talkshow ini digelar sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di Desa Galihpakuwon.
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi antara masyarakat, pemerintah desa, dan narasumber untuk mencari solusi bersama yang berkelanjutan.
Sekretaris Desa Galihpakuwon dalam sambutannya menyoroti keterbatasan infrastruktur desa dalam pengelolaan sampah. Mulai dari minimnya sarana pembuangan hingga belum optimalnya sistem pengelolaan sampah di tingkat warga. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat persoalan sampah semakin kompleks dan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah desa. Dibutuhkan peran aktif masyarakat dan pendampingan dari pihak luar, termasuk mahasiswa KKN,” ujarnya.Selasa(13/01/2026)
Talkshow menghadirkan dua narasumber yang aktif di bidang lingkungan. Rivan Alawi, S.Hut, Fasilitator Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, menyampaikan materi mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber serta penguatan peran masyarakat di tingkat RW.
“Sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi jika dikelola dengan sistem yang tepat, seperti bank sampah dan pengolahan sampah organik,” ujar Rivan di hadapan peserta talkshow.
Ia juga menambahkan bahwa kunci keberhasilan pengelolaan sampah terletak pada konsistensi dan partisipasi aktif warga.
Sementara itu, Nuning Yulianingsih, fasilitator ecovillage sekaligus pembina kelompok masyarakat, memaparkan dampak sampah terhadap perubahan iklim.
Ia menjelaskan bahwa penumpukan sampah organik menghasilkan gas metana yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global. Selain itu, pembakaran sampah dan limbah plastik turut mencemari udara serta merusak ekosistem.
Menurut Nuning, kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Mengurangi sampah, memilah sesuai jenisnya, dan mengelolanya dengan benar adalah langkah kecil yang dampaknya sangat besar bagi lingkungan dan masa depan,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut dari talkshow tersebut, mahasiswa KKN GRADASI melakukan aksi nyata berupa pemberian tong sampah di setiap RW di Desa Galihpakuwon, dengan total 11 RW.
Selain itu, dibentuk pula pengelola sampah di masing-masing RW untuk memastikan program berjalan secara berkelanjutan. Mahasiswa KKN juga berkomitmen melakukan pemantauan rutin setiap dua minggu sekali ke lokasi tempat pembuangan sampah.
Melalui kegiatan ini, KKN GRADASI berharap masyarakat Desa Galihpakuwon semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan demi kualitas hidup generasi mendatang.















