PENA GARUT. COM– Seorang pemuda asal Kabupaten Ciamis berinisial MSA (19) diamankan tim gabungan dari Polres Ciamis, Resmob Polda Jawa Barat, Tim Sancang Polres Garut, dan Unit Reskrim Polsek Kadungora setelah diduga kuat melakukan pembunuhan terhadap seorang perempuan paruh baya yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya.
Korban diketahui adalah seorang wanita berinisial C, berusia 57 tahun, warga Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu dini hari, 31 Mei 2025, sekitar pukul 05.00 WIB, di kediaman korban.
Kapolsek Kadungora, Kompol Alit Kadarusman, menjelaskan bahwa pelaku ditangkap di wilayah Kadungora, Kabupaten Garut, usai melarikan diri dari lokasi kejadian.
“MSA adalah buruh harian lepas yang berdomisili di Sindangkasih, Ciamis. Ia ditangkap atas dugaan pembunuhan terhadap Sdri. C, kerabatnya sendiri,” ujar Kompol Alit kepada awak media, Rabu (4/6/2025).
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa pelaku mendatangi rumah korban untuk meminta makanan. Namun, bukannya diberi, ia malah dimarahi dan disuruh pergi oleh korban. Hal itu memicu emosi pelaku, apalagi saat itu ia diduga sedang dalam pengaruh minuman keras.
Dalam keadaan kalap, MSA kemudian melakukan kekerasan brutal. Ia membekap mulut korban, membenturkan kepala korban ke dinding, dan membacok kepala korban dengan sabit hingga tewas.
Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku menyeret jasadnya dan membuangnya ke area kebun yang tidak jauh dari rumah korban.
“Penangkapan ini hasil kerja cepat dan solid antara Polres Ciamis, Polda Jabar, Polres Garut, serta Polsek Kadungora. Setelah diperiksa, tersangka mengakui semua perbuatannya dan langsung kami serahkan ke Polres Ciamis untuk penyidikan lebih lanjut,” tambah Kapolsek.
Kini pelaku sudah berada di Mapolres Ciamis untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Polisi masih mendalami motif lengkap dan kondisi psikologis pelaku untuk memastikan latar belakang tindakan sadis tersebut.
Kasus ini menyita perhatian publik karena pelaku dan korban memiliki hubungan keluarga, serta dilakukan dengan cara yang sangat keji.















