Home / Pemerintahan

Rabu, 24 Mei 2023 - 20:06 WIB

Puluhan Peserta Bimtek Juleha Praktekkan Sembelih Hewan di RPH Ciawitali Garut

Para peserta Bimtek Juru Sembelih Halal (Juleha) mengikuti praktik penyembelihan hewan kurban di RPH Ciawitali Garut, Jalan Guntur Sari, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (24/05/2023). (Foto : M. Azi Zulhakim & Moch. Ahdiansyah/Diskominfo Garut).

Para peserta Bimtek Juru Sembelih Halal (Juleha) mengikuti praktik penyembelihan hewan kurban di RPH Ciawitali Garut, Jalan Guntur Sari, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (24/05/2023). (Foto : M. Azi Zulhakim & Moch. Ahdiansyah/Diskominfo Garut).

PENAN GARUT-GARUT, Tarogong Kidul – Setelah mendapat teori, pada hari kedua para peserta Bimbingan Teknis (BIMTEK) Juru Sembelih Halal (Juleha) Tahun 2023, mempraktikkan tata cara penyembelihan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH) Ciawitali, Jalan Guntur Sari, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (24/05/2023). Mereka dipandu langsung oleh pendamping dari DPD Juleha Garut.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal Indonesia (Juleha) Kabupaten Garut, Dodiet Alidy, mengatakan, para peserta mempraktikkan langsung materi terkait pemeriksaan kondisi sapi, _handling_ atau penanganan sapi ketika akan disembelih, tali temali, perubuhan sapi, pengecekan standar ketajaman alat yang akan digunakan. Pihak, panitia pun selain menyiapkan langsung dua ekor sapi sebagai media penyembelihan, juga menunjuk langsung peserta sebagai penyembelih.

“Alhamdulillah tadi sudah dicek semuanya standar sudah bisa melakukan penyembelihan, akhirnya kita diserahkan kepada peserta pelatihan untuk menyembelih yang belum pernah menyembelih sama sekali,” ujar Dodiet.

Dodiet menerangkan, sebelum dilakukan penyembelihan, para peserta diberikan pengetahuan terlebih dahulu terkait ciri-ciri kondisi sapi yang sehat oleh drh. Anang Hermawan sebagai dokter hewan dari Diskanak Garut.

“Pak Dokter Anang di sini akan melihat dalam dari organ tubuh sapi itu, dari hati, dari liver gitukan, terus dari daging, nanti terlihat apakah sapi ini benar-benar sehat dan bebas dari bekas suntikan,” ucapnya.

Dodiet beralasan, bila terdapat bekas suntikan akan terlihat residu, seperti warna kebiru-biruan, kemudian dilihat jantung dan livernya, apakah di livernya ada cacing atau tidak, bila sudah aman, bisa langsung dibagi empat.

Setelah itu, para peserta diberikan pengarahan terkait manajemen kurban, yang didalamnya berisi praktik pemisahan daging hijau atau jeroan dengan daging merah atau daging utuh.

“Nah setelah itu baru nanti kita _boning_ atau menurunkan daging, orangnya juga berbeda, setelah menurunkan daging kita potong-potong dan kita masukkan ke kantong yang sudah terstandarisasi,” lanjutnya.

Dodiet berharap para peserta Bimtek Juleha ini memahami betul konsep penyembelihan hewan kurban yang ASUH atau Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Selain itu, peserta juga diharapkan mengetahui tata cara penyembelihan dari a sampai z, sehingga nantinya ilmu yang didapatkan di Bimtek Juleha ini bisa disampaikan kembali ke masyarakat lainnya, sesuai dengan tempat tinggal atau organisasi masyarakat (ormas) peserta.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, K.H. Sirojul Munir, menuturkan bahwa pembekalan atau pelatihan sembelih halal ini bagi MUI merupakan sebuah kewajiban, agar para juru sembelih ini bisa betul-betul melaksanakan penyembelihan sesuai dengan syariat, terlebih hal tersebut juga sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut yang telah menyambut baik pelatihan juru sembelih halal ini. Ia berharap pelatihan ini terus berlanjut

“Mudah-mudahan tahun berikutnya juga ada lagi pelatihan, karena masyarakat sangat begitu antusias ingin ikut menjadi peserta pelatihan juru sembelih halal ini,” tutur Munir.

Ia menerangkan nantinya para peserta Bimtek Juleha akan diberikan sertifikat sebagai bukti yang bersangkutan telah mengikuti pelatihan juru sembelih halal yang diselenggarakan oleh Pemkab Garut bekerja sama dengan MUI Garut dan DPD Juleha Garut.

Dengan bukti itu, para peserta bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat ketika akan melakukan penyembelihan hewan kurban atau yang lainnya.

“Karena masyarakat ini betul-betul ingin pelaksanaan terutama dalam hal kurban atau aqiqah, betul-betul yang menyembelihnya ini yang sudah teruji keahliannya, yang sudah paham dengan hukum-hukum fiqih udhiyahnya gitu kan,” ungkapnya.

Karena peserta Bimtek merupakan perwakilan dari DKM-DKM dan Ormas-Ormas Islam yang ada di Kabupaten Garut, maka diharapkan peserta mampu menjadi _Training of Trainer_ (ToT) bagi yang lainnya.

Di tempat yang sama, dokter hewan dari Diskanak Garut, drh. Anang Hermawan, mehekanka agar sebelum penyembelihan, harus diperhatikan mulai dari pembagian personil panitia kurban hingga memperhatikan kondisi hewan kurban yang akan disembelih. Apalagi berdasarkan edaran dari MUI, bahwa hewan yang dikurbankan adalah hewan yang layak, dari segi umur, kemudian kondisinya harus sehat, tidak boleh pincang, tidak boleh buta dan tidak boleh ada penyakit yang lain.

“Apalagi penyakit yang zoonosis yang bisa nular dari hewan ke manusia itu nggak boleh, jadi kondisi hewannya harus sehat,” tegas drh. Anang.

Ia mengingatkan, jika kondisi hewan kurban dirasa mengalami kondisi sakit, untuk segera melaporkan ke petugas peternakan dari Diskanak Garut, untuk selanjutnya ditangani dan ditindaklanjuti apakah penyakit yang diderita serius atau tidak, dan jika hewannya dinyatakan sehat, maka layak dan boleh dilakukan penyembelihan.

Selain itu, imbuhnya, bagi penyembelih, harus disiapkan titik poin dari sapi adalah ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

“Oke ASU (Aman, Sehata dan Utuh)nya (ada) di para petugas lah, tapi halalnya itu ada di petugas penyembelih, makanya harus diperhatikan adalah pisau yang digunakan harus benar-benar tajam, jangan pisau yang tidak tajam, kemudian pisau yang dipakai harus cukup panjang jangan pendek, jadi kalau bisa ketika diukur itu ujung pisau itu masih ada lebih dari leher itu sendiri. Jadi harus pastikan pisaunya harus benar-benar tajam,” katanya.

drh. Anang juga mengimbau kepada masyarakat agar bisa memilih hewan yang benar-benar sehat dan tidak memiliki gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun _Lumpy Skin Disease_ (LSD).

“Jadi kalau ada tanda-tanda gejala PMK, tanda-tanda penyakit LSD segera lapor ke petugas peternakan dan kesehatan hewan gitu,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Seorang perempuan berinisial TG (44), warga Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, berhasil diamankan oleh Unit III Pidana Umum Satreskrim Polres Garut bersama Tim Sancang atas dugaan pencurian dua perhiasan emas di sebuah toko emas di Pasar Baru Cibatu, Garut.

Pemerintahan

Curi Gelang dan Kalung, Wanita Asal Katapang Diamankan Tim Reskrim Polres Garut
Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap 1 Mei kembali menjadi sorotan penting dalam upaya memperjuangkan kesejahteraan pekerja. Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Garut mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Buruh dan Kesejahteraan Bersama”.

Pemerintahan

Hari Buruh 2026, Anggota DPRD Kabupaten Garut Ihat Solihat Soroti Kesejahteraan Pekerja Garut
Irwandani meminta kepada Polri untuk segera menangkap dan memproses keduanya karena telah membuat gaduh dan onar di Indonesia, khususnya di internal Muhammadiyah. Irwandani menghimbau kepada warga Muhammadiyah untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada kepolisian.

Pemerintahan

Ketua DPD PAN Minta Tindak Tegas Oknum ASN BRIN
‎Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) dan peluncuran Sekolah Lansia Tangguh BKL Bahagia Periodisasi ke-II Standar I, bertempat di Aula Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Selasa (22/7/2025).

Pemerintahan

‎DPPKBPPPA Garut Apresiasi Peluncuran Sekolah Lansia Tangguh di Karangpawitan
Kepala DLH Garut, Jujun Juansyah, meninjau secara langsung kondisi terkini TPA Pasir Bajing yang berlokasi di Kampung Pasir Bajing, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Kamis (24/08/2023).

Pemerintahan

Kadis LH Kabupaten Garut Ajak Masyarakat Pilah Sampah Sejak Tingkat Rumah Tangga
Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Demokrat, Endang Saepudin, melaksanakan kegiatan reses masa sidang I tahun 2025 di Kampung Tajursela, RW 01 Desa Sukamenak—yang kini telah menjadi Desa definitif Sukarahayu, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, pada Senin (13/10/2025).

Pemerintahan

Air Bersih dan Pupuk Jadi Keluhan Utama Warga, Ini Respons Endang Saepudin
Dua pria warga kampung Stamplat saat menonton _livestreaming_ Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Garut ke-210 di Channel Youtube Garutkab TV, dan tangkapan layar wawancara Garutkab TV dengan Kadiskominfo dan Kades Panawa, Kamis (16/2/2023). (Foto : Dok. Diskominfo Garut).

Pemerintahan

Perwakilan Warga Kampung Stamplat Ikuti Upacara Peringatan HJG ke-210 secara Virtual
Momen peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Garut tidak hanya diwarnai aksi penyampaian aspirasi, tetapi juga penuh dengan suasana kebersamaan dan kehangatan. Kamis (01/05/2025).

Pemerintahan

Sinergitas TNI-Polri dan Pemerintah Warnai Pengamanan Hari Buruh, Berikan Kejutan Kue Ulang Tahun untuk Buruh
error: Content is protected !!