PENA GARUT.COM– peringatan Hari Santri Nasional tahun 2023 ini, Pondok Pesantren Cipari di Garut menghadirkan seorang mantan jurnalis asal Palestina, Syaikh Ahmed Almadi, untuk berbicara tentang situasi konflik di Gaza. Acara ini merupakan ekspresi solidaritas terhadap warga Palestina yang sedang mengalami penderitaan akibat perang.
Syaikh Ahmed almadi seorang mantan jurnalis asal Palestina menuturkan,Acara ini mempertegas pandangan bahwa Palestina adalah salah satu isu yang masih menjadi pusat perdebatan di dunia.
“Kami membawa bukti-bukti kuat yang bersumber dari Al-Quran, hadits, dan dokumen sejarah, yang menegaskan bahwa tidak ada entitas yang disebut “negara Israel” dalam konteks sejarah Palestina,”ungkapnya. Sabtu (21/10/2023).
ia menegaskan,bahwa Palestina adalah wilayah bersejarah yang telah menyaksikan perjalanan panjang umat manusia.
“Sejarah Palestina yang diuraikan oleh Syaikh Ahmed mencakup zaman para nabi, masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, hingga era pahlawan seperti Salahuddin Al-Ayyubi. Melalui bukti-bukti ini,berupaya membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang akar permasalahan Palestina,”tegasnya.
Lanjut Syaikh Ahmed, mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang selalu tampil solidaritas dengan rakyat Palestina.
“Kami mengapresiasi masyarakat Cipari yang telah mengadakan acara doa bersama dan kajian tentang Palestina, menunjukkan dukungan yang tak kenal lelah,”ujarnya.
ketua yayasan Pondok Pesantren Cipari, Sofwan Salaf menuturkan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Santri Nasional 2023. Sebagai bentuk kepedulian, acara tersebut melibatkan doa bersama, penggalangan dana untuk bantuan kemanusiaan kepada Palestina, dan pembakaran gambar bendera Israel sebagai ekspresi protes.
“Acara ini menyoroti peran Indonesia dalam gerakan solidaritas Palestina, dengan pesan kuat bahwa dukungan harus tetap bersinar terang untuk perjuangan rakyat Palestina yang terus berjuang demi hak dan kedaulatan mereka,”pungkasnya.
Lanjut Sofwan, Kajian ini memberikan wawasan baru tentang Palestina, kepada masyarakat dan santri-santri,pemahaman yang lebih kaya akan isu ini. Semoga semangat perjuangan dan upaya perdamaian terus membimbing perjalanan kita bersama.
“Alhamdulillah, saya melihat masyarakat dan para santri telah memahami tentang Palestina dan kondisi saat ini yang sedang mengalami peperangan,” tuturnya.(San)***















