Home / Pemerintahan

Senin, 4 Maret 2024 - 18:01 WIB

Pemkab Garut Deklarasikan Kecamatan Tangguh Bencana

Pelaksanaan Apel Gabungan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana, deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) tingkat Kabupaten Garut Tahun 2024, di Lapang Setda Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (4/3/2024).

Pelaksanaan Apel Gabungan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana, deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) tingkat Kabupaten Garut Tahun 2024, di Lapang Setda Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (4/3/2024).

PENA GARUT.COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mendeklarasikan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) Tahun 2024. Deklarasi tersebut bersamaan dengan Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2024. Dalam acara tersebut dilakukan pula penyerahan penghargaan serta pengukuhan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Garut Periode 2024-2029, berlangsung di Lapang Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (4/3/2024).

Dalam kegiatan apel yang dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati Garut, Barnas Adjidin, juga dilaksanakan pembacaan deklarasi Kencana yang dibacakan secara simbolis oleh Camat Tarogong Kidul, Ahmad Mawardi, dan diucap ulang oleh seluruh camat se-kabupaten Garut.

Barnas Ajidin, dalam sambutannya, mengatakan bahwa Kabupaten Garut merupakan daerah yang indah. Namun, dibalik keindahan tersebut terdapat banyak risiko kebencanaan. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa semua pihak harus siap menghadapi bencana yang tidak pernah diketahui kapan akan terjadi.

“Tentu ini harus disikapi dengan profesional, pertama kita ini harus mengetahui daerah-daerah mana saja yang menjadi rawan bencana, yang tentunya di daerah-daerah tersebut perlu dilakukan mitigasi bencana, dan kita harus melakukan langkah-langkah yang cepat, tepat, dan tuntas,” ujar Barnas.

Dalam kesempatan ini juga, dirinya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada TNI/Polri dan seluruh jajaran, yang sudah bahu-membahu menyelesaikan berbagai persoalan kebencanaan yang terjadi di Kabupaten Garut.

Ke depan, ia ingin agar ada standar operasional prosedur (SOP) yang disepakati oleh semua pihak, sehingga apabila terjadi bencana betul-betul sudah siap untuk menghadapi hal tersebut.

Ia juga menilai dalam kebencanaan ini juga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang sudah memiliki ilmu-ilmu kebencanaan, karena menurutnya SDM yang pergi ke lokasi bencana tersebut tidak bisa asal pergi.

“Oleh karena itu harus ada SOP yang disepakati TNI/Polri dan seluruh jajaran SKPD juga para camat dan juga keterlibatan masyarakat, jangan sampai nanti apabila terjadi bencana kendaraan belum siap, bensinnya belum diisi, lalu kuncinya terbawa oleh petugas piket, dan lain sebagainya,” ucapnya. Oleh karena itu, imbuh Barnas, slogan siap tangguh bencana dan siap untuk kemanusiaan harus terus dikobarkan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saepuloh, menuturkan, adanya Deklarasi Kencana ini merupakan optimalisasi penyelenggaraan penanggulangan bencana di tingkat kecamatan, dan juga dalam rangka percepatan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sub urusan bencana di tingkat kecamatan, terlebih, imbuh Aah, tanggung jawab mengenai bencana ini bukan tanggung jawab pihaknya saja, melainkan tanggung jawab seluruh entitas.

“Karena pada saat (bencana) itu terjadi semua bertanggung jawab baik secara kelompok maupun secara individu bertanggung jawab melakukan penyelamatan terhadap (dampak) bencana,” tutur Aah.

Adapun program Kencana ini nantinya akan meliputi pendataan dan pengkajian wilayah rawan bencana, penyelamatan korban terdampak bencana, dan pemenuhan kebutuhan dasar saat keadaan darurat bencana di wilayah kecamatan.

Berdasarkan pemetaan yang telah dilakukan oleh pihaknya, ia mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah di Kabupaten Garut terkena dampak bencana hidrometeorologi, khususnya karena debit air hujan yang begitu tinggi, sehingga brakibat terjadinya longsor dan juga banjir.

“Yang paling rawan kita sudah menyampaikan data itu hampir 27 kecamatan sudah menyampaikan bahwa terjadi longsor tapi lokal, tidak (hanya di daerah selatan) termasuk Karangtengah, Tarogong Kidul juga sudah terjadi beberapa kali, terus kita juga ada yang di Malangbong gitu ya, tetapi spot-spotnya masih kecil tidak masuk kepada kategori bencana daerah, dan korban juga sampai saat ini tidak ada korban jiwa,” tandasnya.

Meski demikian, lanjut Aah, status bencana di Kabupaten Garut masih dalam kategori siaga darurat bencana, karena kejadian bencana yang terjadi masih terkategori lokal dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Selain itu, pada apel gabungan ini juga dilakukan pengukuhan DWP Kabupaten Garut Periode 2024-2029, di mana Lina Marlina Nurdin Yana, kembali mengemban amanah sebagai Ketua DWP Kabupaten Garut periode tersebut.

Share :

Baca Juga

Menyambut Hari Jadi ke-211 Kabupaten Garut, tanggal 16 Februari 2024, Pemerintah Kabupaten Garut memperkenalkan tema dan logo spesial. Tema yang diangkat tahun ini.adalah "Nu Datang Mawa Bagja, Nu Miang Mugia Waluya" - menyiratkan harapan masyarakat untuk pemimpin yang bahagia dan selalu dilindungi Tuhan.

Pemerintahan

Jelang Hari Jadi ke-211 Kabupaten Garut, Pemkab Kenalkan Logo dan Tema
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, meresmikan Jembatan Harapan Palatar dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut. Jembatan ini menjadi penghubung vital antara Desa Mekarmukti, Garut, dan Desa Gelarwangi, Cidaun, Kabupaten Cianjur.

Pemerintahan

Putri Karlina Resmikan Jembatan Penghubung Dua Kabupaten, Warga Bersorak!
Dalam rangka mengisi dan memakmurkan Masjid pada bulan Ramadhan 1444 H, Majelis Pimpinan Cabang Forum Silaturahmi Ta’mir Masjid dan Musholla Indonesia (FAHMI TAMAMI) Kab. Garut menggelar KIRAB (Kajian Islam Ramadhan Berkah) yang di gelar setiap hari Minggu dengan menghadirkan tokoh masyarakat, alim ulama dan tokoh publik, kegiatannya tersebut dilaksanakan di Masjid Daarut Taubah (Sekretariat FAHMI TAMAMI) Jl. Jenderal Sudirman No. 4b Suci Kab.Garut. Minggu (26/03/23).

Pemerintahan

FAHMI TAMAMI Garut Gelar KIRAB Bersama Ustadz. H. Dede Salahudin
Kabid Keswan Diskanak Garut, drh. Agustina, ketika diwawancara oleh Tim Diskominfo Garut di Kantor Diskanak Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (06/06/2023

Pemerintahan

Diskanak Imbau Masyarakat Lakukan Vaksinasi Rabies terhadap Hewan Peliharaan Rutin Setahun Sekali
Seorang pengendara motor wanita mengalami insiden yang mengguncang di jalan Nagrog Babakan, Desa Sukamenak, kecamatan Wanaraja. Kecelakaan tragis terjadi ketika dia berusaha menghindari lubang di jalan, menyebabkan cedera serius dan merusak sepeda motornya. Dan Korban, yang harus dilarikan ke puskesmas, menjalani 15 jahitan di kaki akibat kecelakaan tersebut. Rabu (17/01/2024).

Pemerintahan

Menghindari Jalan Berlubang: Pengendara Wanita Alami Kecelakaan di Jalan Nagrog Babakan, Desa Sukamenak – Infrastruktur Perlu Perhatian Serius!
Apel Gabungan terbatas di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalam Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (6/2/2023).  (Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Yogi Budiman/ Diskominfo Garut)

Pemerintahan

Wabup Ajak ASN untuk Lebih Berempati Kepada Masyarakat
Aula Desa SindangPrabu, Kecamatan Sucinaraja, mendadak ramai. Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Demokrat, Endang Saepudin, membuka reses masa sidang III hari ke‑2 di Kampung Garawangsa. Kepala Desa Asep, tokoh masyarakat, Ketua Karang Taruna, Ketua BPD, aparatur desa, dan puluhan warga hadir membawa daftar panjang keluhan—yang teratas: tempat pembuangan sampah (TPU) dan akses air bersih.Jumat(04/07/2025).

Pemerintahan

Dewan Endang Saepudin Digeruduk Aspirasi Sampah & Air di Kampung Garawangsa, Apa Solusinya?
Ilham Habibie, calon Wakil Gubernur Jawa Barat 2024, memulai paginya dengan berolahraga di Car Free Day (CFD) Garut. Dalam kegiatan tersebut, Ilham tidak hanya menyapa warga yang sedang berolahraga, tetapi juga menyempatkan diri bertemu dan berdialog dengan para pedagang kecil yang memenuhi area CFD.

Pemerintahan

Ilham Habibie Sapa Pedagang di Car Free Day Garut: Soroti Pentingnya UMKM untuk Jawa Barat
error: Content is protected !!