PENA GARUT.COM— Aula Desa SindangPrabu, Kecamatan Sucinaraja, mendadak ramai. Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Demokrat, Endang Saepudin, membuka reses masa sidang III hari ke‑2 di Kampung Garawangsa. Kepala Desa Asep, tokoh masyarakat, Ketua Karang Taruna, Ketua BPD, aparatur desa, dan puluhan warga hadir membawa daftar panjang keluhan—yang teratas: tempat pembuangan sampah (TPU) dan akses air bersih.Jumat(04/07/2025).
“Masalahnya banyak, tapi dua ini paling mendesak,” kata Endang di hadapan peserta diskusi. Ia menegaskan, “Kami akan berusaha semaksimal mungkin mengusulkan perbaikan agar air bersih dan pengelolaan sampah di wilayah ini segera terwujud.”
Endang Saepudin menegaskan,Warga SindangPrabu memang lama bersitegang dengan tumpukan sampah yang tak terurus.
“Tempat pembuangan sementara kerap meluap, menimbulkan bau tak sedap, sementara sebagian rumah masih bergantung pada air pegunungan yang mulai mengering”
“Reses adalah momentum emas untuk menyerap aspirasi. Aspirasi soal TPU dan air bersih akan saya bawa ke rapat komisi dan banggar. Targetnya, masuk skala prioritas APBD perubahan tahun ini,” tegas politisi Komisi 1 itu.
Lanju ia,Diskusi berlangsung interaktif hampir dua jam. Selain sampah dan air, warga juga menyinggung jalan lingkungan yang rusak, akses internet, dan pemberdayaan UMKM.
Namun Endang menegaskan fokusnya. “Kalau dua masalah dasar ini selesai, kebutuhan lain lebih mudah diurus. Saya mohon doa dan pengawalan warga agar usulan ini tidak mentok di meja birokrasi,” katanya.
Endang kembali menegaskan komitmennya: “Legislatif dan masyarakat harus terus berkomunikasi. Saya tak mau sekadar datang, foto, lalu pergi. Mohon cek progresnya nanti. Kalau kami lambat, silakan tegur.”
Dengan janji itu, warga meninggalkan aula membawa harapan baru: bahwa tumpukan sampah dan krisis air bersih yang membayangi kehidupan sehari‑hari tak lagi berlarut‑larut.(San)















