PENA GARUT.COM– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., memberikan apresiasi atas peletakan batu pertama pembangunan gedung rektorat Institut Muhammadiyah Darul Arqom (IMDA) Garut.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A. menilai bahwa langkah ini merupakan sebuah indikator positif bagi perkembangan pendidikan di daerah Garut.
“Peletakan batu pertama ini merupakan tanda bahwa pendidikan di Garut semakin berkembang. Ini juga merupakan bentuk pengakuan dari pemerintah terhadap kemajuan yang dicapai oleh institusi pendidikan di daerah ini, khususnya IMDA yang kini telah bertransformasi menjadi institut,” ujar Dr. Fajar saat di wawancarai di Halaman Sekolah Institut muhamadiyah darul Arqom Garut.Sabtu(04/01/2025).
Kenaikan status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Arqom (StAIDA) menjadi Institut Muhammadiyah Darul Arqom, menurut Dr. Fajar, bukanlah hal yang mudah. “Untuk naik level ke institut, tentu membutuhkan sumber daya yang mumpuni dan kemampuan kelembagaan yang tinggi. Saya melihat langkah ini sebagai sebuah capaian yang sangat positif,” tambahnya.
Peletakan batu pertama yang dilakukan di kampus utama IMDA Garut tersebut merupakan wujud dari komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas dan status pendidikan di berbagai jenjang.
Dr. Fajar juga berharap pembangunan ini akan memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan di Garut dan sekitarnya.
Meskipun proyek ini berada di bawah naungan Kementerian Agama, Dr. Fajar menyatakan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga akan terus memberikan dukungan terhadap kemajuan pendidikan di berbagai tingkatan.
“Prinsip dasarnya adalah, pemerintah mendukung setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan, tak terkecuali di IMDA Garut,” ujar Dr. Fajar.
Pembangunan gedung rektorat yang baru ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan IMDA dan memberikan fasilitas yang lebih baik bagi pengembangan pendidikan tinggi di Garut, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.(San).















