PENA GARUT.COM— Sikap humanis seorang anggota kepolisian kembali menjadi sorotan. Bripka Yanto, anggota Polsek Tarogong Kaler, dengan sukarela mengasuh dua anak yatim piatu yang terlantar setelah sang ayah dipenjara karena kasus pencurian, sementara ibunya terbaring sakit akibat stroke.
Aksi kemanusiaan ini bermula ketika Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, mengajak puluhan anak yatim dan dhuafa untuk berburu baju lebaran di pusat kota Garut. Di antara kerumunan anak-anak, dua bocah bernama Annisa Daniati (4) dan Linda Mariyam (7) tampak begitu bahagia memilih pakaian baru mereka.
Namun, ada satu hal yang menarik perhatian Kapolres. Berbeda dengan anak-anak lain yang datang ditemani keluarga, Nisa dan Linda justru diantar oleh seorang anggota polisi, Bripka Yanto. Saat ditanya lebih lanjut, terungkap kisah memilukan di balik kebersamaan mereka.
Polisi yang Tak Hanya Menegakkan Hukum, tetapi Juga Menjadi Pelindung
Bripka Yanto menjelaskan bahwa ayah kedua anak tersebut, AS (43), harus mendekam di penjara setelah terbukti menggelapkan sepeda motor operasional tempatnya bekerja. Aksi nekat AS dipicu oleh keputusasaan karena harus mencari biaya pengobatan istrinya yang sakit parah.
Saat AS ditangkap, Yanto yang saat itu sedang bertugas merasa iba melihat kondisi anak-anaknya. Tanpa ada yang merawat, Nisa dan Linda terpaksa hidup di jalanan. Kondisi ini membuat hati kecilnya tergugah. Setelah berkonsultasi dengan pihak keluarga dan atasannya, Yanto akhirnya memutuskan untuk mengasuh kedua anak tersebut.
“Sebenarnya anak AS ada empat. Dua anak yang sudah remaja tinggal bersama saudara ayahnya untuk merawat ibu mereka. Sedangkan dua yang masih kecil, saya urus sendiri,” ujar Yanto.
Tinggal Bersama Keluarga, Menjadi Bagian dari Hidup Baru
Kini, Nisa dan Linda tinggal bersama Yanto, istrinya, serta tiga anak kandung mereka di kawasan Tarogong Kaler. Sang istri pun dengan lapang dada menerima kehadiran mereka dan memperlakukan mereka layaknya anak sendiri.
“Alhamdulillah, istri saya mendukung. Kami ingin memberikan mereka kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.
Selain Nisa dan Linda, Yanto juga memiliki satu anak asuh lain bernama Rizki, seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama buyutnya yang sudah berusia 90 tahun. Rizki juga mendapatkan perhatian dan bantuan darinya.
Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengungkapkan rasa bangganya terhadap tindakan mulia yang dilakukan Bripka Yanto.
Menurutnya, tindakan ini mencerminkan sosok Bhayangkara sejati yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
“Bripka Yanto adalah contoh nyata bahwa polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga sahabat bagi masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kepeduliannya,” ujar Kapolres.
Apa yang dilakukan oleh Bripka Yanto membuktikan bahwa kepolisian tidak hanya berperan dalam menindak pelanggaran hukum, tetapi juga memiliki sisi kemanusiaan yang tinggi. Ia berharap, langkahnya bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap sesama.















