PENA GARUT.COM– Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Garut menggelar Dialog Pemuda Lintas Agama bertema “Penguatan Moderasi Beragama: Peran Strategis Pemuda dalam Implementasi Moderasi Beragama Menuju Indonesia Rukun”, pada sebuah forum yang mempertemukan berbagai tokoh agama dan perwakilan organisasi mahasiswa lintas iman.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Kementerian Agama yang mewakili, tokoh agama lintas iman,dan dari 20 elemen lintas agama dan organisasi, mulai dari FKUB, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, SI, PUI, SII, Parmusi, hingga perwakilan umat Katolik, Kristen, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Selain itu, para perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai kampus seperti UNIGA, IPI, IAI Persis, IMDA, STIT Qurota A’yun, hingga STIEBES juga turut hadir dan berperan aktif dalam diskusi yang berlangsung dinamis.
Ketua FKUB Kabupaten Garut, H. Maman Suryaman, S.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pemuda Garut siap menjadi garda depan dalam merawat keberagaman.
“Saya mengapresiasi inisiatif dan partisipasi aktif para pemuda dan pemudi dari berbagai latar belakang agama dalam kegiatan ini. Inilah wajah Indonesia sesungguhnya, berbeda-beda namun tetap satu. Rukun dalam kebhinekaan,” ungkapnya Selasa (03/06/2025).
Ia juga menegaskan bahwa moderasi beragama tidak bertujuan menyeragamkan keyakinan, melainkan membentuk karakter pemuda yang toleran dan mampu menjadi penjaga harmoni di tengah masyarakat majemuk.
“Moderasi beragama bukan menyamakan semua keyakinan. Tapi bagaimana kita mengedepankan sikap toleran, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam keberagaman,” tambahnya.
Selain menjadi wadah dialog, forum ini juga diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat semangat persaudaraan lintas iman.
Ketua FKUB Garut menegaskan bahwa peran pemuda sangat strategis dalam menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Saya berharap dialog ini tidak berhenti sebagai ajang tukar pikiran, tapi juga menjadi awal dari gerakan nyata memperkuat semangat persaudaraan lintas iman di Kabupaten Garut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ujarnya menutup pidato.
Dengan semangat kebersamaan, acara ini membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup damai.
“Justru keberagaman adalah kekuatan besar yang mampu mengokohkan persatuan bangsa,”(San)















