PENA GARUT.COM – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut menggelar kegiatan bakti sosial berupa aksi kebersihan di sejumlah fasilitas tempat ibadah dan fasilitas umum di Kabupaten Garut.
Kegiatan yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan ini melibatkan petugas pemasyarakatan bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah melalui proses seleksi ketat dan assessment keamanan.
Beberapa titik yang menjadi sasaran kegiatan antara lain halaman dan ruang ibadah, taman, saluran air, hingga area fasilitas umum yang biasa digunakan masyarakat. Seluruh area dibersihkan dan ditata ulang agar lebih nyaman digunakan, terutama menjelang Ramadhan yang identik dengan meningkatnya aktivitas ibadah.
Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan bagian dari proses pembinaan karakter bagi warga binaan.
“Pemasyarakatan tidak hanya membina di dalam tembok, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan tanggung jawab. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan mampu berkontribusi positif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rusdedy.
Ia menambahkan, warga binaan yang dilibatkan merupakan WBP berisiko rendah dengan catatan perilaku baik selama menjalani masa pidana. Aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kegiatan di luar lapas.
Pengawasan dilakukan secara ketat dengan mekanisme penghitungan sebelum, selama, dan setelah kegiatan berlangsung. Selain itu, pengawalan dilakukan sesuai standar operasional prosedur guna memastikan seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib.
Tak hanya itu, kegiatan bakti sosial pra-Ramadhan ini juga melibatkan awak media sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik. Kehadiran media diharapkan mampu menyampaikan pesan bahwa pemasyarakatan hadir sebagai institusi yang humanis, produktif, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Momentum menjelang Ramadhan dipilih sebagai waktu yang tepat untuk menanamkan nilai kebersihan lahir dan batin. Melalui kegiatan ini, Lapas Garut berharap dapat mempererat sinergi dengan masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, serta semangat pengabdian kepada bangsa.
Dengan semangat Ramadhan yang kian dekat, aksi sosial ini menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak berhenti pada aspek hukum semata, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan tanggung jawab sosial.















