PENA GARUT.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut mengikuti apel bersama jajaran Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan yang digelar secara virtual dari Jakarta. Apel ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Kemenko Polhukim, Prof. Otto Hasibuan, dan diikuti oleh seluruh pegawai Lapas Garut di aula setempat.
Dalam amanatnya, Prof. Otto menekankan pentingnya profesionalisme dan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama menyikapi dinamika politik dan aksi demonstrasi yang sempat terjadi pada pertengahan Agustus lalu.
“ASN harus menjunjung tinggi integritas dan tidak terlibat politik praktis, baik langsung maupun tidak langsung. Netralitas ASN mencakup sikap, pelayanan publik, dan pengambilan keputusan.
Semua langkah harus berdasarkan hukum dan regulasi, bukan tekanan publik atau opini massa,” tegas Prof. Otto Hasibuan.Senin (15/09/2025).
Ia juga mengingatkan ASN untuk memberikan pelayanan yang adil, setara, dan bebas diskriminasi kepada seluruh masyarakat.
“ASN tegak lurus kepada Tuhan, menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya, serta menjaga integritas agar tidak menjadi alat bagi kepentingan tertentu,” tambahnya.
Kepala Lapas Garut, Rusdedy, merespons langsung arahan tersebut dengan menyatakan komitmen seluruh jajaran untuk menjaga profesionalisme.
“Kami di Lapas Garut berkomitmen menjaga netralitas dalam bekerja. Pesan yang disampaikan Prof. Otto menjadi pengingat penting agar ASN selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Integritas adalah hal utama yang harus kami jaga,” ujar Rusdedy.
Apel nasional yang berlangsung secara serentak ini berjalan khidmat dan menjadi momentum bagi seluruh ASN di bawah Kemenko Polhukim untuk memperkuat komitmen memberikan pelayanan publik yang lebih baik, transparan, dan berintegritas.(San)















