Home / Pemerintahan

Jumat, 3 Maret 2023 - 18:21 WIB

Kadisparbud Garut Sebut Peran Serta Masyarakat Sangat Penting dalam Pelestarian Cagar Budaya

Pelaksanaan Peningkatan Tenaga Cagar Budaya pada Tahun 2023 yang dilaksanakan di Ballroom Fave Hotel, Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (3/3/2023). (Foto : Rahmatilah Ramadhani & Anggana Mulia Karsa Husada/Diskominfo Garut).

Pelaksanaan Peningkatan Tenaga Cagar Budaya pada Tahun 2023 yang dilaksanakan di Ballroom Fave Hotel, Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (3/3/2023). (Foto : Rahmatilah Ramadhani & Anggana Mulia Karsa Husada/Diskominfo Garut).

PENA GARUT – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut, Agus Ismail, menghadiri acara Peningkatan Tenaga Cagar Budaya pada Tahun 2023 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia bekerja sama dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut di Ballroom Fave Hotel, Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum’at (3/3/2023).

Kadisparbud Garut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bagian pemerintah dalam upaya untuk pelestarian kebudayaan terutama untuk yang sifatnya benda.

“Karena memang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Cagar Budaya di mana bahwa Kabupaten Garut juga memiliki potensi yang luar biasa terkait dengan cagar budaya,” ujar pria yang akrab disapa Agis ini.

Ia menilai jika acara hari ini merupakan kegiatan yang sangat penting, karena untuk dapat melestarikan cagar budaya dibutuhkan tenaga-tenaga yang memang profesional dan juga memahami betul terkait dengan kondisi cagar budaya yang ada di Kabupaten Garut.

“Seperti yang disampaikan juga oleh Pak Ferdy (Anggota Komisi X DPR RI) gitu ya, bahwa kita sangat kaya cagar budaya khususnya di Indonesia tapi untuk tenaga (cagar budaya) itu masih sangat minim begitu ya, di Garut pun kita terkait dengan tenaga cagar budaya khususnya untuk jupel, kita baru punya 30 jupel di beberapa situs,” ucapnya.

Agis mengatakan jika Kabupaten Garut memiliki potensi yang luar biasa dalam cagar budaya ini, dari mulai bangunan stasiun, pemerintahan, hingga sekolah. Sehingga, menurutnya Kabupaten Garut sangat membutuhkan tenaga-tenaga yang memang cakap terhadap cagar budaya.

“Tentu saja kita akan menindaklanjuti dengan pelatihan-pelatihan berikutnya, dan juga inventarisasi terhadap cagar-cagar budaya, ini sangat penting sekali lagi bahwa cagar budaya merupakan aset dari masyarakat, aset dari pemerintah, yang ini juga tidak hanya saja memiliki nilai budaya dan nilai sejarahnya, tapi juga nilai ekonomisnya, karena sekarang cagar budaya ini menjadi bagian salah satu dari wisata minat khusus (dan) perlu dikembangkan juga, sehingga ini yang akan kita dorong, bahwa ini punya potensi ekonomi yang luar biasa,” katanya.

Sehingga ia berharap seluruh masyarakat bisa terlibat dalam pelestarian cagar budaya ini. Terlebih, imbuh Agis, peran serta masyarakat begitu luar biasa terutama dalam menjaga, memelihara dan mengembangkan cagar budaya.

“Harapannya saya sangat berharap seluruh masyarakat terutama dapat terlibat karena tadi jug kita sama-sama simak bahwa untuk dapat melestarikan cagar budaya ini, tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi peran serta masyarakat ini begitu luar biasa, terutama dalam menjaga, memelihara, terutama dalam mengembangkan cagar budaya itu sendiri,” harapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, menuturkan bahwa kegiatan hari ini merupakan awal sebelum nantinya akan dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada tenaga cagar budaya, karena ia menyadari bahwa Kabupaten Garut memiliki banyak cagar-cagar budaya benda.

“Kalau kita inventarisasi secara cepat saja mulai dari Situ Cangkuang, Stasiun Cibatu, Stasiun Cikajang, kemudian Stasiun Kota Garut sendiri, belum bicara kawasan, bisa kawasan di tempat-tempat yang lain. Nah ini memang perlu diinventaris sehingga tadi komitmen kami mengajak kepada pemerintah daerah supaya tahun ini kita coba mentargetkan, karena bicara cagar budaya itu ada yang sifatnya situs, ada yang sifatnya benda, ada yang sifatnya kawasan, dan beberapa sifat-sifat yang lain,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini juga, imbuh Ferdiansyah, mampu menghasilkan tenaga pelestari yang nantinya akan membantu juru pelihara (jupel) cagar budaya.

“Jadi bukan untuk kita cetak menjadi jupel, tapi juga membantu kepada tenaga jupel dalam rangka apa? untuk juga mensosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya cagar budaya yang sifatnya kebendaan ini, untuk sebagai bukti atau catatan bagian daripada sejarah bangsa Indonesia khususnya yang ada di Kabupaten Garut,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan jika cagar budaya ini sudah terkelola dengan baik, maka bisa meningkatkan perekonomian, khususnya bagi daerah-daerah di Kabupaten Garut yang memiliki cagar budaya.

“Pasti (meningkatkan perekonomian), nanti kan apalagi yang sifatnya kawasan, contoh yang kayak rumah mess administrasi dulu disebut adpel atau itu bisa dijadikan juga daerah tujuan wisata sambil misalnya minum teh, bisa seperti itu kan. Dengan catatan makanya saya ajak kepada bapak ibu sekalian dan seluruh warga Garut, untuk juga menjaga kelestarian (cagar budaya),” tandasnya.

Oleh karena itu, ia berharap melalui kegiatan yang hari ini dilaksanakan bisa meningkatkan kesadaran untuk membantu memelihara, mengingatkan, dan mensosialisasikan betapa pentingnya cagar budaya.

Share :

Baca Juga

Kepala Desa Cintamanik Kecamatan Karangtengah, Cecep Supriyadi, mengajak seluruh warga untuk kembali mengaktifkan ronda malam guna menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. 

Pemerintahan

Kepala Desa Cintamanik Ajak Warga Aktif Ronda Malam Demi Keamanan dan Ketertiban
PENA GARUT.COM-Garut, 20 September 2023 - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut, Dede Salahudin, menjadi salah satu peserta dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang bertujuan untuk memperkuat peran DPRD dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah

Pemerintahan

Menuju Pengelolaan Keuangan Daerah yang Lebih Baik: Dede Salahudin dan DPRD Garut di Bimtek Bandung
Kepala DLH Garut, Jujun Juansyah, meninjau secara langsung kondisi terkini TPA Pasir Bajing yang berlokasi di Kampung Pasir Bajing, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Kamis (24/08/2023).

Pemerintahan

Kadis LH Kabupaten Garut Ajak Masyarakat Pilah Sampah Sejak Tingkat Rumah Tangga
Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut dan pengelola jalur pendakian Gunung Cikuray Via Tapak Gerot meresmikan perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor Perhutani KPH Garut pada Rabu (06/12). Administratur KPH Garut, Tofik Hidayat, dan Wakil Administratur Nandang beserta jajaran turut hadir dalam acara tersebut.

Pemerintahan

Pengembangan Wisata Pendakian Gunung Cikuray Via Tapak Gerot: Sinergitas Perhutani dan Pengelola Jalur Pendakian
Kepala Satpol PP Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, memberikan klarifikasi terkait video viral dukungan kepada salah satu Cawapres, di Kantor Satpol PP Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (02/01/2023). 

Pemerintahan

Kasus Video Viral, Satpol PP Garut Beri Skorsing pada Terduga Pelaku
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Satria Budi, saat ditemui di kantornya yang berlokasi di Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (26/4/2023). (Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Garut)

Pemerintahan

Hari Kesiapsiagaan Bencana, Ajak Semua Pihak Luangkan Satu Hari Lakukan Latihan Kesiapsiagaan
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba, Satuan Reserse Narkoba Polres Garut melaksanakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi di Kantor Desa Sirnagalih, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Sabtu (17/5/2025).

Pemerintahan

Polres Garut Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba di Desa Sirnagalih, Warga Antusias Hadir
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Faiz Burhan

Pemerintahan

Kantor Baru KPU Garut Diresmikan, Faiz Burhan: Jadi Semangat Baru Pelayanan Publik
error: Content is protected !!