PENA GARUT.COM– Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PW Aisyiyah) Jawa Barat, Dra. Hj. Ia Kurniati, memberikan apresiasi terhadap peluncuran program “LIKE-R: Layanan dan Edukasi Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja – Our Health, Our Right: Be The Change”. Program ini berfokus pada edukasi dan pelatihan kesehatan seksual dan reproduksi bagi remaja, khususnya di Kabupaten Garut.
Dalam sambutannya, Hj. Ia Kurniati menekankan pentingnya peran ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Garut dalam memberikan pelatihan kepada para peserta agar mampu menjadi pemimpin yang berperan aktif dalam edukasi kesehatan reproduksi remaja.
“Pencegahan dan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi remaja harus menjadi prioritas. Ini adalah fondasi dasar yang tidak boleh diabaikan,” ujar Ia Kurniati.Rabu (28/08/2024).
Menurutnya, pemahaman yang benar mengenai kesehatan seksual dan reproduksi sangat penting bagi remaja. Remaja yang sehat reproduksinya dan paham tentang kesehatan seksual akan tumbuh menjadi individu yang sehat secara fisik, mental, sosial, dan ekonomi.
“Sebaliknya, kurangnya pemahaman dan perhatian terhadap aspek ini dapat berdampak negatif pada masa depan mereka,”
Ia Kurniati juga mengungkapkan bahwa kesehatan reproduksi remaja tidak boleh hanya dilihat sebagai masalah pribadi, tetapi sebagai bekal penting untuk masa depan yang lebih baik.
“Mempersiapkan remaja bukan hanya tentang akademik atau keterampilan untuk berkarier, tetapi juga memastikan mereka paham tentang kesehatan reproduksinya. Ini akan membangun kepercayaan diri, kebanggaan, dan kebahagiaan saat mereka menatap masa depan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran IPM dalam mengatasi permasalahan kesehatan seksual dan reproduksi di kalangan remaja, khususnya di wilayah Garut dan Jawa Barat.
“Jika IPM tidak memulai kepedulian terhadap masalah ini, siapa lagi yang akan peduli Tugas IPM adalah menjadi pelopor, minimal untuk anggota keluarganya sendiri agar memahami tata krama, sopan santun, dan cara menjaga kesehatan reproduksi,” tambahnya.
Ia mendorong mereka untuk menjadi pelajar yang berpendidikan, berakhlak mulia, dan mampu menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.
“Remaja harus menjadi sosok yang educated, memiliki akhlak karimah, dan berani memimpin diri sendiri serta lingkungannya,” tutupnya.
Pelatihan kesehatan seksual dan reproduksi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap kesehatan dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
“Program ini merupakan bukti nyata dari komitmen Aisyiyah Jawa Barat dalam mendukung kesehatan remaja di tengah tantangan zaman,”pungkasnya(San).















