Home / Pendidikan

Kamis, 15 Mei 2025 - 13:30 WIB

PPG vs TRANSFORMER TEACHER

PPG vs TRANSFORMER TEACHER  (Foto Tetep / Dosen Program Pendidikan Profesi Guru, Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut)

PPG vs TRANSFORMER TEACHER (Foto Tetep / Dosen Program Pendidikan Profesi Guru, Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut)

Profesi guru saat ini sedang mengalami transformasi besar seiring perubahan zaman dan perkembangan teknologi. 

Jika dulu guru menjadi satu-satunya sumber ilmu di kelas, kini perannya bergeser menjadi fasilitator, mentor, coaching, dan pembimbing dalam proses belajar yang lebih dinamis dan terpersonalisasi. 

Untuk tetap relevan, guru perlu memahami dan menyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan Pendidikan dan pembelajaran dari waktu ke waktu.

Transformasi pembelajaran saat ini menuntut guru untuk mengubah cara pandang komprehensif terhadap dinamika perubahan pembelajaran dewasa ini. 

Guru hebat adalah guru yang mampu mentransformasikan pengalaman dan pengetahuannya kepada peserta didik dengan baik. 

Mezirow (2006) dalam Transformative Learning Theory mengatakan bahwa transformasi Pembelajaran adalah bentuk refleksi pengalaman dan kemampuan mengubah perspektif berpikir siswa. 

Transformasi sebagai upaya Guru mendorong siswa berpikir kritis, terbuka terhadap pandangan berbeda, dan membentuk makna baru dari pengalaman belajarnya.

Berdasarkan inilah maka betapa pentingnya guru memiliki pemahaman tentang sebuah transformasi dalam pembelajaran. TLT Mezirow ini memang lebih berorientasi pada pembelajaran orang dewasa (adult learning) tetapi ini mengesankan.

Jika kita menilik perkembangan dunia saat ini dengan ditandai perkembangan teknologi digital seolah menempatkan peserta didik saat ini patut diperlakukan pola pembelajarannya seperti orang dewasa.

Hal ini disebabkan oleh pengetahuan dan pengalaman yang mereka terima di era digitalisasi semakin banyak tahu mengalahkan pada pendidik mereka. 

Fenomena inilah yang kemudian transformasi pembelajaran semakin wajib diterjemahkan oleh guru untuk diimplementasikan dalam pembelajaran yang relevan dengan tuntutan dinamika pembelajaran yang semakin dinamis, progresif, kreatif dan inovatif.

Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan gerbang utama dalam menyiapkan sosok “Transformer Teacher” atau guru pembaharu. 

Transformer teacher dalam PPG membekali guru-guru dan calon guru untuk mewujudkan “transformer learner” atau siswa transformatif/penuh kebaharuan. 

Pembekalan transformer teacher ini ditandai dengan berbagai muatan kriteria yang menunjang terhadap pembentukan guru pembaharu antara lain :

  1.     Penguatan Peran guru.

Pergeseran paradigma teacher-centered menjadi student-centered menegaskan bahwa guru bukan lagi pusat pengetahuan, tetapi sebagai pendamping proses belajar (fasilitator, konselor, motivator, coach educator dll).

PPG menyadari bahwa Guru memiliki peran krusial dalam membentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa saat ini ditengah-tengah perubahan dinamika kehidupan yang semakin sulit diterka (uncertainty). 

Guru diharapkan menjadi orang tua kedua yang dapat membimbing siswa untuk aktif menemukan dan membangun pengetahuan, sikap dan keterampilannya sendiri melalui arahan dan bimbingan positif pembelajaran.

  1.     Penguatan Kompetensi Guru

PPG menjadi wahana penguatan kompetensi guru abad 21 yang ditandai dengan  menguasai kompetensi 4C (Critical thinking, Creativity, Communication, Collaboration). 

Selain penguasaan materi ajar, guru juga perlu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, berinovasi, bekerja dalam tim, dan berkomunikasi secara efektif baik secara langsung maupun daring, yang kemudian harus ditularkan kepada siswa dalam pembelajaran agar mereka memiliki kemampuan dan kompetensi 4C. 

  1.     Peningkatan Kemampuan Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran.

PPG melatihkan Guru saat ini untuk melek digital dan mampu memanfaatkan berbagai platform pembelajaran yang menunjang terhadap pengetahuan, pengalaman dan keterampilan dalam mengelola pembelajaran.

 Banyak platform pembelajaran digital yang bisa dimanfaatkan oleh guru agar pembelajaran adaptable dengan perubahan. 

Platform pembelajaran yang bisa dimanfaatkan antara lain Google Classroom, Zoom, Canva Edu, dan Learning Management System lainnya. 

Penggunaan media interaktif seperti video, kuis digital, dan simulasi virtual menjadi bagian penting dalam menarik minat dan meningkatkan pemahaman belajar siswa.

  1.     Penguatan Pendidikan Karakter dan Sosial-Emosional

Guru sebagai figure pembelajaran bagi siswa, guru bukan hanya sosok titel dan gelarnya saja sebagai guru, tapi guru harus memiliki “ruh guru”, karena itulah guru bukan hanya sosok pengajar saja tetapi menjadi role model bagi perkembangan sikap dan Tindakan peserta didiknya. Sebagai role model maka guru menjadi pembentuk penting dalam penguatan karakter serta literasi sosial-emosional siswa. 

PPG memberikan wawasan barharga agar guru mengusung falsafah Pendidikan ala Ki Hajar Dewantara “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun  Karso dan Tut Wuri Handayani”, itulah yang menjadi role model bahwa sosok guru harus menjadi pembentuk dan penguat Pendidikan Karakter bagi siswanya.

  1.     Mewujudkan Pribadi Merdeka

Dalam  konteks Kurikulum Merdeka, PPG telah memberikan bekal kepada guru dan calon guru untuk mewujudkan Pribadi Merdeka berlandaskan falsafah Pancasila dan UUD 45.

Membekali keterampilan guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan dinamika perubahan kehidupan saat ini, dengan implementasi pembelajaran berdiferensiasi, TaRL, CRT, UBd, Asesmen diagnostik, Pengembangan modul ajar dengan konsep Platform MERDEKA (Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi, Elaborasi, Koneksi Antar Materi, dan Aksi Nyata).

Guru adalah ujung tombak perubahan pendidikan. Di tengah arus perkembangan zaman dan tuntutan global, guru tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga terus belajar dan berkembang. 

Adaptasi terhadap tren pendidikan bukan hanya kebutuhan, tapi keharusan agar guru dapat menjalankan peran strategisnya dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi masa depan dan melakukan transformasi.

Semoga tulisan ini bermanfaat!!!

Penulis: Tetep / Dosen Program Pendidikan Profesi Guru, Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut

Share :

Baca Juga

Institut Muhammadiyah Darul Arqam (IMDA) Garut menggelar Sidang Terbuka Wisuda ke-22 dengan penuh khidmat dan semangat optimisme. Sebanyak 64 wisudawan resmi dikukuhkan sebagai sarjana dari berbagai program studi yang tersebar di tiga fakultas.acara Wisuda tersebut dilaksanakan di Hotel Santika Jl. Cipanas Baru, Pananjung, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.Sabtu (18/04/2026)

Pendidikan

Institut Muhamadiyah Darul Arqom Garut Cetak 64 Sarjana, Siap Kolaborasi Bangun Garut Hebat
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada Garut terus memperkuat perannya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui gerakan transformasi gizi nasional. Upaya ini diwujudkan lewat Seminar Nasional bertema “Transformasi Gizi Indonesia: Dari Krisis Menuju Aksi Nyata” yang berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (08/10/2025).

Pendidikan

Seminar Nasional di Garut Bahas Transformasi Gizi, STIKes Karsa Husada Siap Jadi Pelopor
Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-17, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Karsa Husada Garut menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema "Gizi Optimal Menuju Indonesia Emas 2045".

Pendidikan

STIKES Karsa Husada Garut Gelar Seminar Nasional, Bahas Gizi Optimal Menuju Indonesia Emas 2045
Suasana penuh kebahagiaan, rasa haru, dan semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Haflah Akhirussanah sekaligus Panggung Kreasi Seni yang digelar bersama oleh SD IT Qurrota A'Yun dan RA Bani Adam. Kegiatan yang berlangsung di Gedung GS.QA pada Rabu (10/6) tersebut menjadi momen spesial bagi para siswa yang menyelesaikan jenjang pendidikan mereka pada Tahun Ajaran 2025/2026.

Pendidikan

Kolaborasi Apresiasi Seni Dan Kelulusan,Sd IT QUrrotaa’yun Dan Ra Bani Adam Sukses Gelar Haflah Akhirussanah Bersama 
Pelaksanaan kegiatan Seminar dan Dialog Pelajar oleh FPSH Kabupaten yang berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (30/11/2023). 

Pendidikan

FPSH Kabupaten Garut Gelar Seminar Pelajar : Membangun Kesadaran Hukum dan Kesehatan Mental
SDIT Miftahul Huda mengadakan pelatihan mitigasi bencana bagi siswa, dengan fokus pada peningkatan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana alam. Dalam kegiatan ini, siswa dari kelas 1 hingga 6 mendapatkan pelatihan tentang mitigasi bencana gempa bumi dan banjir, serta simulasi evakuasi dan pengungsian.

Pendidikan

Pelatihan Mitigasi Bencana di SDIT Miftahul Huda Bersama BPBD Garut, Bentuk Kemandirian Anak dalam Evakuasi Bencana Alam
Karangtengah – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Karangtengah pada Senin siang (26/05/2025) memicu bencana longsor yang menimpa lingkungan SMPN 1 Karangtengah. Dalam insiden tersebut, tembok pembatas sekolah yang berada tepat di depan ruang guru runtuh sepanjang sekitar enam meter.

Pendidikan

Longsor Terjang SMPN 1 Karangtengah, Tembok Depan Ruang Guru Runtuh Diterjang Hujan Deras
Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut kembali menorehkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya melalui Sidang Terbuka Senat Wisuda III Program Sarjana dan Pascasarjana Tahun 2025. Prosesi wisuda tersebut berlangsung dengan penuh khidmat di Ballroom Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (17/12/2025).

Pendidikan

810 Wisudawan IPI Garut Resmi Menyandang Gelar Akademik
error: Content is protected !!