PENA GARUT.COM – Warga Desa Cintamanik, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, mengeluhkan kondisi jembatan penghubung di wilayahnya yang dinilai terlalu sempit dan rawan menimbulkan masalah, terutama saat musim hujan. Selain menghambat arus lalu lintas, jembatan tersebut kerap menjadi titik luapan air hingga menyebabkan aliran tersendat.
Tokoh masyarakat Karangtengah, Yusuf, S.Pd., menyampaikan bahwa keluhan ini bukan hal baru. Menurutnya, jembatan tersebut sudah lama dirasakan kurang memadai untuk menunjang aktivitas warga yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.
“Jembatan ini sangat sempit. Kalau sudah musim hujan, air sering meluap dan mampet di sekitar jembatan. Ini tentu mengganggu aktivitas warga dan juga berpotensi membahayakan,” ujar Yusuf saat ditemui, Rabu(21/01/2026)
Ia menuturkan, jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga Desa Cintamanik, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas sehari-hari. Kondisi jembatan yang sempit membuat kendaraan harus bergantian melintas, bahkan kerap menimbulkan kemacetan kecil.
“Warga sudah sering mengeluh, apalagi kalau kendaraan besar lewat. Kadang harus antre lama. Kami sebagai masyarakat hanya berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah,” katanya.
Yusuf mewakili aspirasi warga secara terbuka memohon kepada Pemerintah Kabupaten Garut agar dapat segera melakukan perbaikan sekaligus pelebaran jembatan.
Menurutnya, pelebaran jembatan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir dan keselamatan pengguna jalan.
“Kami mohon kepada Pemkab Garut agar jembatan ini bisa diperbaiki dan dilebarkan. Ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Jangan sampai menunggu ada kejadian yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Warga berharap, dengan adanya perbaikan infrastruktur tersebut, aktivitas masyarakat Desa Cintamanik dapat berjalan lebih lancar, aman, dan tidak lagi dihantui kekhawatiran setiap kali musim hujan tiba.















