Home / Pemerintahan

Senin, 15 Juni 2026 - 13:10 WIB

Bupati Garut Lepas Petugas Sensus Ekonomi 2026, Ingatkan Masyarakat Isi Data Secara Jujur dan Akurat

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi melepas Petugas Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Garut. Prosesi pelepasan ini dilaksanakan bersamaan dengan Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (15/6/2026).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi melepas Petugas Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Garut. Prosesi pelepasan ini dilaksanakan bersamaan dengan Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (15/6/2026).

PENA GARUT.COM– Tarogong Kidul* – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi melepas Petugas Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Garut. Prosesi pelepasan ini dilaksanakan bersamaan dengan Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (15/6/2026).

Sebanyak 2.599 petugas akan melaksanakan Sensus ekonomi mulai tanggal 15 Juni sampai 31 Agustus 2026.

Dalam arahannya, Bupati Garut menekankan pentingnya sinergi antara Badan Pusat Statistik (BPS) dengan seluruh jajaran aparatur pemerintah, mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda), camat, hingga kepala desa. Langkah kolaboratif ini diperlukan untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat mengenai esensi dari Sensus Ekonomi agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.

“Barangkali gak ada salahnya kita undang semua sambil berjalan memberikan penjelasan apa yang menjadi esensi penyelenggaraan sensus ekonomi ini jangan sampai salah kaprah,” ucapnya.

Secara khusus, Abdusy Syakur menyoroti adanya kecenderungan di masyarakat yang sengaja menurunkan status kondisi ekonominya demi mendapatkan bantuan sosial. Menurutnya, pemalsuan data demi masuk ke dalam kriteria penerima bantuan (seperti desil 1-5) sangat berbahaya karena mengaburkan kondisi riil daerah.

“Ini juga secara komprehensif ini tidak baik. Karena akan mengaburkan kondisi yang ada di sekitar kita, dan juga saya khawatir kadang-kadang penduduk miskin kita bukan semakin berkurang bahkan semakin banyak. Bukan karena benar-benar miskin tapi ingin diakui sebagai orang yang miskin,” katanya.

Ia menambahkan bahwa manipulasi data mandiri semacam ini pada akhirnya akan menyulitkan pemerintah dalam menjaga efektivitas dan ketepatan sasaran pembangunan. Oleh karena itu, penggalian kondisi ekonomi yang riil dan faktual mutlak dilakukan.

Mengingat Sensus Ekonomi merupakan agenda besar yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, Bupati Garut berharap momentum ini dapat menghasilkan potret berskala makro dan mikro yang akurat mengenai kondisi ekonomi Kabupaten Garut dan Indonesia.

Kepada para petugas yang diterjunkan ke lapangan, Bupati Garut berpesan agar melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi, keikhlasan, dan kesabaran dalam menghadapi berbagai dinamika di masyarakat.

“Oleh sebab itu saya berharap para petugas ya bapak ibu bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Hendro Sugiarto resmi mendaftarkan diri sebagai calon direksi Perum Tirta Intan pada hari terakhir proses seleksi. Dengan penuh keyakinan, Hendro membawa visi dan misi besar untuk mentransformasi perusahaan daerah ini ke arah yang lebih modern dan berdampak, bahkan menargetkan perubahan status menjadi Badan Usaha Milik Daerah Nasional (Bumdan).

Pemerintahan

Hendro Sugiarto Mantap Calonkan Diri Jadi Direksi Perum Tirta Intan, Usung Misi “HEBAT”
Pelaksanan Acara Lepas Sambut Kajari Garut, di Ballroom Hotel Santika, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin malam (13/2/2023). (Foto: Deni Seftiana/ Diskominfo Garut)

Pemerintahan

Bupati Garut Ucapkan Terimakasih Atas Dedikasi Dr. Neva Sari Susanti Sebagai Kajari Garut
Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, menjadi pusat perhatian nasional setelah Tim dari Korlantas Polri melakukan kunjungan dalam rangka penilaian program Kampung Tertib Lalu Lintas, Kamis (29/05/2025).

Pemerintahan

Kampung Tertib Lalu Lintas Desa Wanajaya Garut Dinilai Tim Korlantas Polri
Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang tahun 2025, Polres Garut melalui Sat Res Narkoba dengan sasaran peredaran minuman keras (miras) ilegal. Jumat (16/05/2025).

Pemerintahan

Polisi Temukan 24 Botol Miras Ilegal di Warung, Ini Kata Kasat Narkoba
Peristiwa tragis mengguncang warga Kampung Muara Hilir, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, setelah ditemukan mayat bayi laki-laki terbungkus dalam plastik hitam di tepi Sungai Cimanuk pada Jumat pagi, 17 Mei 2024. Penemuan yang menggegerkan ini pertama kali dilaporkan oleh Sono, seorang warga yang sedang memancing di sekitar lokasi tersebut.

Pemerintahan

Bayi Laki-Laki Ditemukan Meninggal di Tepi Sungai Cimanuk
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut, Rusdedy, menegaskan komitmen jajarannya dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang bersih, transparan, profesional, serta bebas dari pungutan liar dan gratifikasi.

Pemerintahan

Kepala Lapas Garut Rusdedy Tegaskan Bebas Pungli dan Gratifikasi, Warga Binaan Diminta Berani Melapor
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat, H. Yusup, S.Pd.

Pemerintahan

Bukan Sekadar Perayaan, Kekompakan Warga Karangtengah Tuai Pujian Oleh Tokoh masyarakat Karangtengah H. Yusup
Sikap tersebut sangat disayangkan, karena perbedaan ini bukan sekarang saja dari dulu sering berbeda sebenarnya tidak ada masalah, hanya baru tahun ini karena ada pernyataan-pernyataan yang dilontarkan baik di televisi maupun di media sosial, akhirnya jadi seperti ini, akibat timbul dari pernyataan kontroversi dari oknum pegawai BRIN, bahwa akan menghalalkan dan membunuh warga Muhammadiyah itu sangat disayangkan akibat dari pernyataan APH dan Thomas Djamaluddin yang mendiskreditkan,” ujar H Yusup Sapari saat ditemui di Gedung Dakwah Jalan Pembangunan Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Selasa, (25/4/2023).

Pemerintahan

Ketua Muhammadiyah Garut Keluarkan Pernyataan Sikap atas Ancaman Halalkan Darah Orang Muhammadiyah dari Oknum BRIN
error: Content is protected !!