Home / Pemerintahan

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:31 WIB

Garut Green Correction, Inovasi Lapas Garut Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut terus menunjukkan komitmennya dalam pembinaan berkelanjutan dengan meluncurkan Program Inisiatif Hijau bertajuk Garut Green Correction (GGC). Program ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut terus menunjukkan komitmennya dalam pembinaan berkelanjutan dengan meluncurkan Program Inisiatif Hijau bertajuk Garut Green Correction (GGC). Program ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

PENA GARUT.COM– Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut terus menunjukkan komitmennya dalam pembinaan berkelanjutan dengan meluncurkan Program Inisiatif Hijau bertajuk Garut Green Correction (GGC). Program ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menyampaikan bahwa Garut Green Correction dirancang sebagai program terpadu yang menyatu dengan aktivitas pemasyarakatan sehari-hari. Tidak hanya berfokus pada pembinaan kemandirian, program ini juga memperkuat tata kelola lingkungan di dalam Lapas.

“Garut Green Correction bukan program simbolik. Ini kami bangun sebagai bagian dari sistem kerja dan pembinaan yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Rusdedy.Selasa(06/01/2026)

Dalam penerapannya, Lapas Garut menerapkan standar operasional prosedur khusus terkait pengelolaan lingkungan, mulai dari kebersihan, efisiensi penggunaan air dan listrik, hingga pemanfaatan lahan kosong.

“Untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif, dibentuk tim penggerak Lapas Hijau yang bertugas melakukan pendampingan, pengawasan, serta evaluasi rutin.”

Pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama program ini. Sampah dipilah sejak dari sumber, baik di blok hunian, dapur, maupun area kerja.

“Sampah organik diolah menjadi kompos dan pupuk cair yang dimanfaatkan kembali untuk pertanian di dalam Lapas,”

Sementara sampah anorganik seperti plastik dan kertas dikelola melalui bank sampah warga binaan, sehingga mampu mengurangi volume limbah sekaligus memberikan nilai ekonomi.

Pada sektor ketahanan pangan, Lapas Garut mengembangkan pertanian organik dengan memanfaatkan lahan terbatas yang ada. Berbagai jenis sayuran, tanaman pangan, dan tanaman obat keluarga dibudidayakan tanpa bahan kimia sintetis. Selain metode konvensional, diterapkan pula sistem hidroponik dan vertikultur sebagai solusi keterbatasan lahan.

“Hasil pertanian tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, tetapi juga menjadi sarana pelatihan keterampilan agribisnis bagi warga binaan sebagai bekal setelah bebas nanti,”

Program Garut Green Correction juga menyasar efisiensi energi dan pengelolaan air. Upaya yang dilakukan antara lain penggunaan lampu hemat energi, pembiasaan perilaku hemat listrik dan air, serta pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan nonkonsumsi seperti penyiraman tanaman dan kebersihan lingkungan. Lapas Garut bahkan mulai merintis pemanfaatan energi terbarukan skala kecil sebagai proyek percontohan.

“Dalam aspek pembinaan kemandirian, warga binaan dilibatkan dalam industri hijau berbasis daur ulang dan bahan ramah lingkungan. Produk-produk yang dihasilkan diharapkan memiliki nilai guna dan nilai jual, sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar,”

Selain kegiatan teknis, pembentukan budaya sadar lingkungan menjadi bagian penting dari program ini. Edukasi lingkungan diberikan secara bertahap melalui pembiasaan hidup bersih, kerja bakti rutin, penataan blok hunian, hingga kegiatan penanaman dan perawatan tanaman di lingkungan Lapas.

“Untuk menjamin keberlanjutan, Lapas Garut menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah, instansi teknis, dunia usaha, dan perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut mencakup pendampingan, penyediaan sarana pendukung, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia,”

Rusdedy menegaskan bahwa Garut Green Correction merupakan wujud komitmen Lapas Garut dalam menghadirkan pembinaan pemasyarakatan yang berdampak luas.

“Melalui program ini, kami ingin warga binaan tidak hanya berubah secara perilaku, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan dan keterampilan yang relevan dengan pembangunan berkelanjutan,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menghadiri Pertemuan terkait Tindaklanjut Kasus Pelecehan yang Dilakukan oleh Oknum Dokter di Garut, yang dilaksanakan di Aula DPPKBPPPA Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (22/04/2025). (Foto : Anggana Mulia Karsa Kurniawan/Diskominfo Kab. Garut).

Pemerintahan

Wabup Garut Ajak Masyarakat Korban Pelecehan Seksual Oknum Dokter untuk Berani Melapor*
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, meninjau pelayanan di Kantor Samsat Garut pada Selasa (25/3/2025). Dalam kesempatan ini, ia berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menekankan pentingnya pemanfaatan program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang digagas Pemprov Jabar. 

Pemerintahan

Wabup Garut Tinjau Samsat, Pastikan Kelancaran Pemutihan Pajak Kendaraan
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter dan nasionalisme warga binaan. Bertempat di lapangan upacara Lapas Garut, seluruh petugas dan warga binaan mengikuti Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang berlangsung dengan khidmat, Jumat (17/10/2025)

Pemerintahan

Lapas Garut Teguhkan Rasa Kebangsaan, Kepala Lapas: “Ini Bukan Sekadar Rutinitas!”
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut menggelar serah terima jabatan (sertijab) dua Direksi baru pada Selasa (19/8/2025). Momen ini menjadi langkah penting dalam memperkuat manajemen perusahaan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih untuk masyarakat Garut.

Pemerintahan

Direksi Baru PDAM Garut Janji Gaspol, Apa Langkah Pertama Mereka?
Penjabat Bupati Garut, Barnas Adjidin, memberikan sambutan dalam acara _Launching_ AMDK Tirta Intan Swiss Van Java di Kantor Perumda Air Minum Tirta Intan Garut, Jalan raya Bayongbong, Kabupaten Garut, Jum'at (01/03/2024).

Pemerintahan

Penjabat Bupati Garut Resmikan Peluncuran Produk Air Minum dalam Kemasan Perumda Air Minum Tirta Intan
Pelaksanaan Pengukuhan Pengurus PD Muhammadiyah dan Aisyiyah Garut Periode 2022-2027 di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (13/2023

Pemerintahan

Pengurus PD Muhammadiyah dan Aisyiyah Garut Periode 2022-2027 Resmi Dikukuhkan
Pemerintah Kabupaten Garut bersiap menyelenggarakan kembali Garut Festival atau G Fest sebagai rangkaian penutup tahun 2023. Acara ini akan berlangsung pada tanggal 27-28 Desember 2023 di Alun-Alun Garut.

Pemerintahan

Garut Festival 2023 : “Spesial Satu Dekade Rudy-Helmi” Menghadirkan Beragam Kegiatan
Pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2023 yang dilaksanakan di Alun-Alun Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (17/4/2023). (Foto: Sofyan Fauzi/ Deni Seftiana/ Diskominfo Garut)

Pemerintahan

Bupati Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2023
error: Content is protected !!