PENA GARUT.COM-Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut menggelar kegiatan silaturahmi bersama insan media dalam suasana penuh kehangatan Ramadhan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi sekaligus membangun keterbukaan informasi publik.
Tidak sekadar pertemuan biasa, acara ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap peran media yang dinilai strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara akurat dan berimbang.
Lapas Garut memandang media sebagai mitra penting dalam mendukung transparansi serta membangun citra positif institusi.
Kalapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, A.Md.IP., S.H., M.Si., dalam suasana menjelang buka puasa bersama, menyampaikan bahwa bulan suci Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mempererat hubungan sekaligus saling memaafkan.
“Kami secara pribadi dan institusi memohon maaf apabila selama berinteraksi terdapat sikap atau ucapan yang kurang berkenan. Momen Idul Fitri ini adalah waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan,” ujar Rusdedy.Rabu(18/03/2026)
Dalam sesi diskusi yang berlangsung santai namun penuh makna, sejumlah awak media menyoroti masih adanya stigma negatif masyarakat terhadap Lapas, salah satunya istilah lama yang masih melekat di benak publik.
Menanggapi hal tersebut, Rusdedy mengakui bahwa dinamika di dalam Lapas memang sangat kompleks dan dapat berubah dengan cepat. Namun, ia menegaskan bahwa pandangan masyarakat yang menganggap Lapas sebagai tempat menyeramkan tidak sepenuhnya benar.
“Padahal realitanya tidak seperti itu. Inilah tugas kolektif kita untuk mensosialisasikan kegiatan positif di dalam, agar stigma negatif di masyarakat perlahan berubah,” ungkapnya.
Menurutnya, persepsi negatif tersebut kerap dipengaruhi oleh gambaran dalam film atau tayangan fiksi yang cenderung mendramatisasi kehidupan di dalam penjara. Padahal, kondisi sebenarnya jauh berbeda, bahkan lebih humanis dan penuh pembinaan.
Sebagai upaya mengubah stigma tersebut, Lapas Garut terus mengedepankan berbagai program pembinaan, termasuk pembinaan kemandirian warga binaan yang telah berhasil menembus pasar ekspor.
Selain itu, Lapas Garut juga dikenal aktif dalam mendukung upaya penanganan permasalahan narkoba.
Keberhasilan tersebut, lanjut Rusdedy, tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga peran media sebagai jembatan informasi kepada masyarakat.
“Lapas tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan semua pihak sangat penting, terutama kekompakan internal dan komitmen petugas untuk terus berbenah,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara Lapas Garut dan media semakin solid, sehingga mampu bersama-sama menghadirkan informasi yang edukatif serta membangun kepercayaan publik.















