Home / Pemerintahan

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:33 WIB

Lapas Garut Raih Akreditasi Paripurna Kemenkes RI, Bukti Nyata Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Warga Binaan

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang pelayanan publik. Poliklinik Lapas Garut resmi meraih Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, predikat tertinggi dalam akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan primer.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang pelayanan publik. Poliklinik Lapas Garut resmi meraih Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, predikat tertinggi dalam akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan primer.

PENA GARUT COM– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang pelayanan publik. Poliklinik Lapas Garut resmi meraih Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, predikat tertinggi dalam akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan primer.

Pengakuan tersebut tertuang dalam Sertifikat Akreditasi Nomor YM.02.01/B/440/2026 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI. Dengan pencapaian ini, Poliklinik Lapas Garut dinyatakan telah memenuhi seluruh standar mutu pelayanan kesehatan primer yang ditetapkan pemerintah. Status akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun, mulai 9 Mei 2026 hingga 9 Mei 2031.

Raihan Akreditasi Paripurna menjadi bukti bahwa layanan kesehatan di lingkungan Lapas Garut telah memenuhi standar nasional, mulai dari aspek keselamatan pasien, tata kelola pelayanan, hingga sistem peningkatan mutu yang dilakukan secara berkesinambungan.

Keberhasilan tersebut sekaligus mempertegas komitmen Lapas Garut dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional kepada seluruh warga binaan sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar selama menjalani masa pembinaan.

Proses Panjang Menuju Predikat Tertinggi

Predikat Paripurna tidak diraih dalam waktu singkat. Seluruh jajaran Lapas Garut bersama tenaga kesehatan menjalani berbagai tahapan persiapan secara sistematis sebelum dilakukan penilaian oleh asesor independen.

Persiapan tersebut meliputi pembentukan tim akreditasi, penyusunan dokumen mutu dan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penataan sarana dan prasarana klinik, penerapan budaya keselamatan pasien, penguatan program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), hingga audit internal secara berkala.

Selain itu, dilakukan pula penguatan manajemen risiko pelayanan kesehatan serta pendampingan intensif dari lembaga akreditasi sebelum proses survei lapangan dilaksanakan.

Tim asesor kemudian melakukan evaluasi menyeluruh terhadap administrasi pelayanan, pelayanan klinis, pengelolaan obat, pelayanan kegawatdaruratan, manajemen fasilitas, hingga tingkat kepuasan pengguna layanan.

Setelah seluruh indikator dinyatakan memenuhi standar nasional, Kementerian Kesehatan RI menetapkan Poliklinik Lapas Garut sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer dengan predikat Akreditasi Paripurna.

Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Warga Binaan

Keberhasilan meraih akreditasi tertinggi ini memberikan berbagai manfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas Garut.

Seluruh pelayanan medis kini dilakukan berdasarkan standar nasional sehingga proses pemeriksaan, tindakan medis, hingga rujukan menjadi lebih cepat, aman, dan terukur.

Di sisi lain, penerapan standar keselamatan pasien mampu meminimalkan risiko kesalahan pelayanan. Pengelolaan obat pun dilakukan secara lebih akuntabel, mulai dari proses pengadaan, penyimpanan hingga distribusi sesuai ketentuan yang berlaku.

Tak hanya pelayanan kuratif, berbagai program promotif dan preventif seperti skrining kesehatan, edukasi kesehatan, pengendalian penyakit menular, imunisasi, serta pengawasan sanitasi lingkungan juga terus diperkuat.

Predikat tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat dan para pemangku kepentingan terhadap kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

Komitmen Terus Tingkatkan Pelayanan Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, A.Md.IP., S.H., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran Lapas Garut, tenaga kesehatan, serta dukungan berbagai pihak.

Menurutnya, capaian tersebut bukan menjadi titik akhir, melainkan awal untuk terus melakukan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.

“Kami memandang Akreditasi Paripurna sebagai bentuk tanggung jawab untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan warga binaan. Kesehatan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi secara optimal sebagai bagian dari proses pembinaan menuju reintegrasi sosial,” ujar Rusdedy.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa Lapas Garut terus melakukan transformasi, tidak hanya dalam aspek keamanan dan pembinaan, tetapi juga dalam peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai arah kebijakan pemerintah.

Dengan diraihnya Akreditasi Paripurna, Poliklinik Lapas Garut diharapkan dapat menjadi contoh praktik terbaik pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan Indonesia sekaligus memperkuat pemenuhan hak kesehatan warga binaan secara profesional, humanis, dan berkelanjutan.

“Predikat Akreditasi Paripurna bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari komitmen kami untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, bermutu, aman, dan berorientasi pada kebutuhan warga binaan,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy.

Share :

Baca Juga

Suasana kondusif mewarnai aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Garut Menggugat di depan Gedung DPRD Kabupaten Garut, Selasa (2/9/2025). Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Garut turun ke jalan bersama masyarakat menyuarakan aspirasi tanpa ada tindakan anarkis.

Pemerintahan

Aksi Damai di Garut, Bupati Hingga Kapolres Duduk Bersila Bersama Mahasiswa
Satuan Reserse Narkoba Polres Garut kembali berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Garut. Dalam operasi yang digelar Senin siang (4/8/2025), dua pemuda diamankan saat membawa paket sabu siap edar di wilayah Tarogong Kidul.

Pemerintahan

Polres Garut Bongkar Jaringan Sabu di Garut, Dua Pelaku Tertangkap Tangan di Jalan
Pelaksanaan Gentra Karya Job Fair 2023 hari ke-2 yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (19/2/2023). (Foto : Muhamad Azi Zulhakim/Diskominfo Garut).

Pemerintahan

Ribuan Pencaker Garut Manfaatkan Gentra Karya _Job Fair_ 2023
Dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pada jam sibuk pagi hari, Polsek Wanaraja Polres Garut melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas (gatur pagi) di sejumlah titik strategis, Selasa (17/6/2025) mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai.

Pemerintahan

Polsek Wanaraja Gelar Gatur Pagi, Pastikan Keamanan Jalur Sekolah dan Pasar 
Pelaksanaan acara Kolaborasi Dalam Meningkatkan Hubungan Kerja Sama Antara Mitra Kerja yang dilaksanakan di Ballroom Kassiti Fave Hotel, Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (7/4/2023). (Foto : Yan AS/Diskominfo Garut dan Dok. Kemenparekraf RI)

Pemerintahan

Kemenparekraf RI Gelar Acara Kolaborasi dalam Meningkatkan Hubungan Kerja Sama Antara Mitra Kerja di Kabupaten Garut
Bupati Garut, Rudy Gunawan, meninjau secara langsung Posyandu Prima Melati II yang bertempat di RW 14, Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (1/3/2023). (Foto : Deni Seftiana & M. Azi Zulhakim/Diskominfo Garut).

Pemerintahan

Pemkab Garut Berencana Menganggarkan Pembentukan Posyandu Prima di 10 Kelurahan di Kecamatan Garut Kota
Dalam momen spesial Hari Guru Nasional, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut dari Fraksi Demokrat, Endang Saepudin, menyampaikan apresiasinya kepada para guru di seluruh Indonesia.

Pemerintahan

Anggota DPRD Garut Endang Saepudin: Selamat Hari Guru, Guru Hebat Indonesia Hebat
PENA GARUT.COM-GARUT, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Cimanuk-Citanduy telah melakukan peninjauan terhadap tanaman Macadamia di petak 24A, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tarogong, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Acara ini di lakukan di kecamatan Leles pada Jumat (23/09/2023).

Pemerintahan

Kerja Sama Perhutani, KLHK, dan BPDAS: Tanaman Macadamia di Garut
error: Content is protected !!