Home / Pemerintahan

Senin, 20 Februari 2023 - 17:19 WIB

Libatkan Sekolah, Pemkab Garut _Launching_ Pekan Aksi Bergizi Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2023

Pelaksanaan _launching_ Pekan Aksi Bergizi Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2023 bagi 210 sekolah di Kabupaten Garut, yang secara simbolis yang dilaksanakan di SMKN 1 Garut, Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (20/2/2023). (Foto: Anggana Mulia/ Yogi Budiman/ Nindi Nurdiyanti/ Diskominfo Garut)

Pelaksanaan _launching_ Pekan Aksi Bergizi Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2023 bagi 210 sekolah di Kabupaten Garut, yang secara simbolis yang dilaksanakan di SMKN 1 Garut, Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (20/2/2023). (Foto: Anggana Mulia/ Yogi Budiman/ Nindi Nurdiyanti/ Diskominfo Garut)

PENA GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut me-launching Pekan Aksi Bergizi Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2023 bagi 210 sekolah setingkat SMP dan SMA sederajat, termasuk pesantren di Kabupaten Garut. Launching secara simbolis dilaksanakan di SMKN 1 Garut, Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (20/2/2023).

_Launching_ ini dibuka resmi oleh Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, ditandai meminum Tablet Tambah Darah (TTD) massal seluruh siswi kelas X SMKN 1 Garut. , Sebelum launching siswa-siswi SMKN 1 Garut bersama-sama sarapan dan senam melakukan senam.

Wabup Garut menerangkan, Aksi Bergizi ini merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Jadi Garut (HJG) yang ke-210, dimana kegiatan ini bagian dari penanganan stunting bagi remaja ataupun dewasa yang belum menikah.

“Oleh karena itu kalau yang belum nikah itu kan bisa SMA, SMK, bisa mahasiswi, bisa juga remaja. Yang penting kita persiapkan, nanti ketika menikah kemudian hamil, tidak kurang gizi, sehingga anaknya dipastikan tidak ada yang stunting,” ucapnya.

Ia menuturkan, bentuk dari pelaksanaan Aksi Bergizi ini adalah pemberian edukasi kepada siswa-siswi khususnya terkait makanan bergizi, karena saat ini masih terdapat anak-anak yang belum fokus untuk makan makanan yang bergizi.

“Yang kedua kita berikan tablet tambah darah, karena paling banyak kekurangan gizi daripada anak-anak kita itu adalah karena kurang darah atau anemia,” tuturnya.

Pemberian TTD ini juga termasuk ke dalam program Dinkes Garut yaitu Remaja Putri Sehat Bebas Anemia (RISSA). Selain itu, meskipun dilakukan _launching_ di 210 sekolah, Wabup Garut mengungkapkan bahwa Aksi Bergizi ini adalah program untuk seluruh sekolah di Kabupaten Garut.

“(Kegiatan ini) harus menjadi kebiasaan, karena untuk mencegah stunting itu tidak bisa kita lakukan hanya sebulan, dua bulan, harus seterusnya. Karena kan penyebab stunting itu salah satunya adalah stunting yang disebabkan karena anak yang baru lahir, jadi kita tidak mau anak baru lahir kemudian kita diagnosa stunting,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Garut, dr. Maskut Farid, mengungkapkan bahwa pihaknya menginginkan agar ke depannya kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Garut bisa lebih bagus. Ia menuturkan, langkah awal yang dilakukan oleh pemerintah daerah adalah dimulai dari pemberian perhatian yang berkesinambungan mulai dari remaja.

“Nah itu dimulai dari remaja putri, ya jadi harus berkesinabungan, (dari) remaja putri, ibu hamil, melahirkan, (bayi) usia di bawah 2 tahun, nah sehingga perkembangan organ-organ otaknya ini bagus ya, perkembangan psikologisnya bagus, nah sehingga bayi nya tuh nanti menjadi bayi yang unggul nah nanti setelah itu baru diusahakan di pendidikan dan lain lain,” tuturnya.

Maka dari itu, imbuh dr. Maskut, pihaknya melaksanakan 4 program diantaranya yaitu Desa Sehat, Memastikan Pelayanan Ibu Hamil (MELANI), Temukan Obati Sayangi balita Stunting (TOSS), dan Remaja Putri Sehat Bebas Anemia (RISSA).

“Mudah mudahan ini semuanya ikutin ya sehingga nanti ini berhasil dan harapannya tadi kata Pak Wakil (agar) Indonesia ke depan bisa memimpin dunia,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho, mengungkapkan bahwa dalam kesempatan ini juga dilakukan pemeriksaan Hemoglobin (Hb) yang menyasar kepada para siswi, guna memeriksa apakah siswi tersebut mengidap anemia atau tidak.

“Ke siswi ya kita sasarannya ke remaja putri, karena ingin membuat remaja putri yang berkualitas tidak anemia, jadi siswi diperiksa Hb-nya oleh puskesmas, nanti kita lihat kalau kurang dari 11 gram per desiliter atau anemia biasanya kita kasih minum (TTD) sehari sekali selama 14 hari, (dan) nanti kita lihat dicek lagi, kalau sudah normal ya sudah,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, bahwa TTD sendiri nantinya akan diberikan oleh Dinas Kesehatan ataupun Puskesmas wilayah setempat. Selain itu, remaja putri diwajibkan untuk meminum TTD seminggu sekali.

“Karena dengan minum tablet tambah darah remaja putrinya akan terhindar dari anemia, dan kalau tidak anemia jangka dekatnya anak remaja putri sehat, lebih berkualitas, pelajarannya juga diharapkan baik, (dan) jangka panjangnya ketika mereka hamil menikah dan hamil mereka sehat dan tidak anemia,” tuturnya.

Kepala SMKN 1 Garut, Bejo Siswoyo, mengatakan bahwa Aksi Bergizi ini merupakan suatu hal yang menarik untuk mempercepat proses peningkatan gizi bagi anak, sehingga nantinya para siswa-siswi bisa lebih cerdas dalam berpikir, bergairah dalam belajar, dan lebih mantap dalam bekerja.

Ia juga mengapresiasi dan berterimakasih atas dilaksanakannya _launching_ Aksi Bergizi di SMKN 1 Garut. Ia menilai bahwa hal ini merupakan sebuah keberuntungan dan kepercayaan Pemkab Garut bagi SMKN 1 Garut. Ia berharap para siswa-siswi nantinya dapat menaati apa yang telah disampaikan dalam kegiatan ini, sehingga kekurangan gizi di Kabupaten Garut dapat segera teratasi.

“Mudah-mudahan anak kita semuanya mentaati apa yang telah disampaikan oleh Bapak Wakil Bupati,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Pelaksanaan inspeksi dari LSO Inofice di lahan pertanian organik milik Poktan Ciawitali, berlokasi di Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Senin (09/10/2023).

Pemerintahan

Bantuan Sertifikasi Pertanian Organik Dukung Kelompok Tani Ciawitali di Garut
Sebanyak 22 desa persiapan hasil pemekaran di Kabupaten Garut akan segera memasuki tahapan evaluasi dan verifikasi kelayakan setelah berjalan kurang lebih satu semester. Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk menentukan apakah desa-desa tersebut dapat ditetapkan sebagai desa definitif atau harus melanjutkan masa persiapan.

Pemerintahan

Lolos Evaluasi atau Perpanjangan? Ini Nasib 22 Desa Persiapan di Garut
kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Leles, tepatnya di Kampung Tutugan, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut pada Selasa malam sekitar pukul 18.45 WIB. Selasa (18/02/2025).

Pemerintahan

Polsek Leles Evakuasi Kecelakaan Lalu Lintas Tunggal di Jalan Raya Leles
Air adalah sumber kehidupan. Di Kabupaten Garut, ribuan hektar sawah menggantungkan hasil panen dari lancarnya aliran irigasi. Namun, selama ini pengelolaan jaringan irigasi kerap menghadapi masalah: saluran yang kurang terawat, koordinasi antara pengelola dan petani yang belum maksimal, serta minimnya rasa memiliki dari masyarakat. Akibatnya, produktivitas pertanian sering kali terhambat.

Pemerintahan

Dinas PUPR Garut Dorong Irigasi Peduli: Air Bukan Sekadar Mengalir, Tapi Menyuburkan Harapan
Apel Gabungan terbatas di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalam Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (6/2/2023).  (Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Yogi Budiman/ Diskominfo Garut)

Pemerintahan

Wabup Ajak ASN untuk Lebih Berempati Kepada Masyarakat
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, melakukan dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut terkait optimalisasi zakat penghasilan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Garut, di Kantor Wakil Bupati Garut, Selasa (18/3/2025).

Pemerintahan

Pemkab Garut dan Baznas Genjot Zakat ASN untuk Kesejahteraan Masyarakat
Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang di dampingi Wakapolres Garut dan jajaran Pejabat Utama Polres Garut melaksanakan kunjungan kerja ke Polsek Wanaraja dan Polsek Sukawening Kabupaten Garut, Jum'at (09/05/2025).

Pemerintahan

Polsek Wajib Hadir di Hati Rakyat! Ini Arahan Menyentuh Kapolres Garut
Kebun bambu yang berada di dekat SD Sukamenak dilaporkan terbakar hebat, menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitarnya.. 

Pemerintahan

Akibat Cuaca Panas lahan Kebun Bambu Milik Salah Satu warga Sukamenak Kebakaran 
error: Content is protected !!