Home / Pemerintahan

Jumat, 8 Maret 2024 - 18:45 WIB

Pemkab Apresiasi Musrenbang Perempuan dan Kelompok Rentan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah

Pelaksanaan Musrenbang Perempuan dan Kelompok Rentan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah yang Berperspektif GEDSI, berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (8/3/2024).

Pelaksanaan Musrenbang Perempuan dan Kelompok Rentan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah yang Berperspektif GEDSI, berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (8/3/2024).

PENA GARUT.COM – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Garut menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perempuan dan Kelompok Rentan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah yang Berperspektif Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI). Acara ini berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, pada Jum’at (8/3/2024).

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Garut, Iriyani, menyampaikan apresiasi kepada PDA Garut atas penyelenggaraan Musrenbang ini. Ia menekankan pentingnya keterlibatan kelompok rentan dalam pembangunan daerah dengan prinsip APKM (Akses, Partisipasi, Kontrol, Manfaat).

“Jadi semua masyarakat harus dilibatkan, sehingga dari pembangunan ini menghasilkan, harus dirasakan oleh semua masyarakat bahwa pembangunan ini harus APKM,” ucapnya.

Seluruh SKPD lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut didorong untuk mendukung pembangunan daerah yang responsif gender, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pengarusutamaan Gender.

Tak hanya di tingkat kabupaten, lanjutnya, pembangunan daerah yang responsif gender ini juga harus dilaksanakan hingga ke tingkat desa. Di mana, pengarusutamaan gender harus direncanakan, dianggarkan, disepakati oleh pemerintah desa.

Pemberdayaan perempuan harus diintegrasikan dalam ADD atau dana desa untuk pembangunan yang lebih inklusif. Dokumen Musrenbang juga penting untuk dijaga karena menjadi bahan penilaian untuk Anugerah Parahita Ekapraya yang dilaksanakan selama dua tahun sekali.

“Nah kemarin Kabupaten Garut alhamdulilah diverifikasi ke lapangan, dan diundang ke Kementerian. Dari Jawa Barat itu hanya Kuningan dan Garut yang masuk kategori Nindya,” ucapnya.

Ketua PDA Garut, Eti Nurul Hayati, selaku inisiator acara ini menjelaskan bahwa Musrenbang ini bertujuan untuk melibatkan penuh perempuan dan kelompok rentan dalam pengambilan kebijakan pembangunan

Eti menjelaskan, Musrenbang Perempuan ini dilatarbelakangi oleh tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, di mana dalam hal ini pihaknya memberikan masukan terkait program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh setiap SKPD sesuai dengan permasalahan yang ada.

“Proses pembangunan hendaknya dilakukan mengedepankan prinsip partisipatif dari multipihak sehingga khusus pada saat ini kita bahas mengenai masyarakat termasuk kelompok rentan dan perempuan,” ucapnya.

Menurut Eti, pelaksanaan musrenbang ini dianggap penting untuk memperkaya pembangunan serta pemenuhan hak-hak para disabilitas, perempuan, anak, dan lansia di Kabupaten Garut yang berdampak pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Dengan harapan dapat memberikan dorongan partisipatif yang bermakna, karena yang selama ini pelaksanaan musrenbang ini sudah dilaksanakan oleh pihak pemerintah secara berjenjang,” lanjutnya

Agus Dinar, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan untuk meningkatkan pengarusutamaan gender.

“Sekali lagi bahwa musrenbang ini menjadi sangat penting di Kabupaten Garut untuk peningkatan pengarusutamaan gender ya di Kabupaten Garut, juga perspektif lansia, disabilitas, terus juga anak dan perempuan,” ucapnya.

Agus Dinar, menambahkan, pelaksanaan musrenbang ini tepat dilaksanakan di Kabupaten Garut, seiring dengan jadwal penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2025.

Menurutnya, musrenbang ini menjadi forum penting untuk berdiskusi dan merumuskan langkah-langkah konkrit dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih inklusif dan responsif terhadap gender, disabilitas, serta kelompok rentan. Hal ini akan beririsan dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Garut.

“Jadi tentunya, pesannya bahwa pengarusutamaan gender ini menjadi sangat penting, tentunya diskusi-diskusi ini tidak terbatas dalam diskusi-diskusi tahunan seperti ini, tetapi juga terjadi di kelompok-kelompok atau instansi-instansi organisasi kemasyarakatan yang lainnya,” tandasnya.

Musrenbang ini dihadiri oleh seluruh unsur diantaranya yaitu Forum Anak Daerah (FAD) Garut, Generasi Berencana (Genre), Yayasan Sekretariat Masyarakat Anak (SEMAK), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Fatayat, serta perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan beberapa tamu undangan lainnya.

Share :

Baca Juga

Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Garut, melakukan monitoring ke beberapa wilayah di Kabupaten Garut pada malam tahun baru 2025, Selasa (31/12/2024). (Foto : Moch. Ahdiansyah/Diskominfo Kab. Garut).

Pemerintahan

Pj Bupati Garut bersama Forkopimda Lakukan Monitoring Pergantian Tahun Baru 2025
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Lapas Kelas IIA Garut yang berhasil membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) hingga mampu menembus pasar ekspor. Hal ini disampaikan saat dirinya mendampingi Menteri Koperasi dan UMKM RI, Maman Abdurrahman, dalam acara pelepasan ekspor produk sabut kelapa (coir shade) ke Spanyol, Kamis (25/09/2025).

Pemerintahan

Produk Lapas Garut Tembus Ekspor, Wakil Bupati Garut Putri Karlina Beri Apresiasi Besar

Pemerintahan

Berikut Logo Resmi HUT Garut ke-210
Dalam rangka menindaklanjuti laporan masyarakat terkait peredaran minuman keras (miras) di wilayah hukum Garut, Unit Sat Samapta Polres Garut menggelar operasi razia di Jl. Mandalagiri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (03/05/2025).

Pemerintahan

Operasi Malam Polres Garut Temukan Miras Oplosan, Warga Diminta Waspada
Bupati Garut, Rudy Gunawan menghadiri acara Musyawarah Daerah (Musda) Muhammadiyah Garut ke-14, lbertempat di SMA Muhammadiyah Wanaraja, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Sabtu (20/5/2023). (Foto: Deni Seftiana/ Diskominfo Garut)

Pemerintahan

Bupati Garut : Muhammadiyah Telah Memberikan Kontribusi Besar Terhadap Bangsa
Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K. meresmikan secara langsung hasil program bedah rumah Asrama Polisi yang berada di lingkungan Polsek Cikelet, Polres Garut. Rabu (14/05/2025).

Pemerintahan

Komitmen Kesejahteraan! Kapolres Garut Resmikan Hunian Layak untuk Anggota Polsek
Upaya peningkatan keamanan di lingkungan pemasyarakatan kembali ditegaskan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut melalui kegiatan pemeriksaan dan pemeliharaan sarana-prasarana keamanan berupa senjata api. 

Pemerintahan

Demi Keamanan Maksimal! Lapas Garut Cek Senjata Bareng Intelkam Polda Jabar
Pamindangan Arlamba di Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, menjadi saksi antusiasme masyarakat terhadap ajang Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) Piala Gubernur 2025 yang berlangsung meriah selama dua hari, Sabtu dan Minggu (3–4 Mei 2025).

Pemerintahan

Domba Garut Tampil Memukau di Ajang SKDG 2025, Bupati Bocorkan Rencana Pembangunan Stadion
error: Content is protected !!