PENA GARUT-Garut Kota – Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kabupaten Garut periode 2022-2027 resmi dilantik oleh Pimpinan Daerah (PW) Muhammadiyah Provinsi Jawa Barat, Prof. DR. H. Machmud Syafe’i, MA, M.Pd.I., di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (13/07/2023).
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengucapkan selamat kepada pengurus Muhammadiyah Garut dan Aisyiyah Garut yang baru dilantik, sekaligus menyampaikan harapannya agar para pengurus ini dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya.
Ia juga menyampaikan keinginannya agar pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah di Garut menjadi rujukan nasional. Menurutnya, Garut telah menjadi rumah bagi Muhammadiyah sejak tahun 1922, yaitu lebih dari 100 tahun yang lalu.
“Oleh karena itu, Muhammadiyah Garut harus menjadi acuan dan model bagi organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah lainnya di Indonesia, baik dalam gerakan dakwah maupun pengembangan amal usaha mereka,” tandasnya.
Beliau juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah untuk berpartisipasi aktif dan konstruktif dalam berbagai peristiwa politik nasional dan turut mensukseskan Pemilu 2024 yang berlangsung secara langsung, universal, bebas, rahasia, adil, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar memenuhi kebutuhan Indonesia.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Garut, Agus Rahmat Nugraha menyatakan, pada periode kepemimpinan baru ini, pihaknya akan melakukan beberapa program pending atau program yang belum selesai pada periode sebelumnya, seperti pembangunan RS Muhammadiyah. dan Universitas Muhammadiyah di Garut.
Agus menambahkan, mereka juga bertujuan untuk mendirikan lembaga ekonomi yang dapat memenuhi kebutuhan warga Muhammadiyah dan masyarakat luas di Kabupaten Garut.
Meski demikian, ia menegaskan program-program Pengurus Daerah Muhammadiyah di Garut akan sejalan dengan langkah dan arah yang ditetapkan program Muktamar, badan pengambil keputusan tertinggi Muhammadiyah.
“Kami terutama akan fokus menerapkan prinsip-prinsip Islam progresif terkait dengan kehidupan yang damai, sejahtera, dan beradab, karena itu merupakan salah satu aspirasi kami,” jelasnya.
Usai pengukuhan, Agus menyatakan akan segera melakukan berbagai kegiatan, di antaranya mengikuti musyawarat seluruh cabang (muscab). Dari 38 cabang Muhammadiyah di Kabupaten Garut, baru 2 Pimpinan Cabang (PC) yang telah menggelar muktamar.
“Kedua, kami belum menetapkan tugas dalam pendampingan, maka insyaallah dalam minggu-minggu mendatang kami akan berkumpul untuk membagi tanggung jawab agar segera membentuk dewan dan lembaga,” lanjutnya.
Usai pengukuhan, Agus menyampaikan keinginannya agar Pengurus Daerah Muhammadiyah Garut semakin bersatu dalam mencanangkan visi organisasi yang tunggal. Mereka akan memobilisasi cabang dan cabang pembantu dengan keanggotaannya masing-masing, termasuk usahanya di berbagai tingkatan dan tahapan.
“Kalau semuanya bergerak maju, Insya Allah harapan kemajuan akan terbuka lebar,” harapnya.
Di sisi lain, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Garut, Eti Nurul Hayati menyatakan, pelantikan tersebut dilakukan sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah dan Aisyiyah, di mana istilah “pelantikan” tidak ada.
“Mungkin lebih ke pelantikan diri karena kepemimpinannya bersifat kolektif dan kolegial, dan yang dari periode sebelumnya bisa bergabung bersama dengan periode yang baru,” jelasnya.
Ia menyebutkan, sudah ada program kerja yang dirumuskan saat musyawarat daerah (musda), dan tugas mereka adalah mengimplementasikan program tersebut sesuai dengan itu.
“Selain itu, ada program-program baru yang perlu kita selesaikan, sejalan dengan isu-isu strategis yang muncul,” pungkasnya.
Ia berharap, program kerja yang telah direncanakan dapat segera dilaksanakan.















