PENA GARUT.COM-Sukawening Kampung Barucadas, Garut – Minggu (23/7/2023) menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Garut dengan diadakannya acara Wisuda Hafidz II serta Peresmian Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz dan Wisata Religi Madinatul Qur’an di Kampung Barucadas, Desa Mekarluyu, Kecamatan Sukawening.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan, yang menyampaikan pesan penting mengenai arti kehidupan dan tujuan hidup bagi setiap manusia.
Dalam sambutannya, Bupati Garut mengingatkan bahwa hidup di dunia pasti akan berakhir dengan kematian, namun sebelum itu, setiap manusia memiliki kewajiban untuk menjalani kehidupan dengan baik. “Yaitu ihdinas shiraatal mustaqiim’, kita memohon kepada Allah supaya diberikan jalan yang lurus, jalan yang akan menyelamatkan kehidupan kita dunia dan akhirat,” ucap Rudy.
Lebih lanjut, Rudy menjelaskan bahwa tujuan hidup yang harus dicapai adalah selamat di dunia, selamat di akhirat, dan tidak masuk neraka. Namun, ia menyadari bahwa mencapai tujuan tersebut bukanlah hal yang mudah, terutama bagi anak-anak yang tidak terlindungi karena keterbatasan akses sosial dan ekonomi, serta akhlakul karimah.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Yayasan, Ade Supriadi, yang menjelaskan bahwa pendirian Ponpes Tahfidz dan Wisata Religi Madinatul Qur’an bertujuan untuk membumikan syiar Islam dan mencetak generasi Qurani dengan sumber daya manusia yang handal. Ia berharap bahwa pesantren ini dapat menjadi wasilah membuka pintu rahmat, berkah, dan hidayah Allah SWT.
Pendiri dan Pengasuh Ponpes, Ustadz Muhammad Soleh, menyampaikan perkembangan Ponpes Tahfidz Madinatul Qur’an yang semula berada di Kecamatan Karangpawitan. Karena antusiasme santri yang semakin tinggi, mereka akhirnya memutuskan untuk mengembangkan pondok pesantren ini di Kampung Barucadas. Hingga saat ini, Ponpes Madinatul Qur’an telah berhasil melahirkan 100 hafidz/hafidzah, termasuk 14 orang yang saat ini diwisuda.
Sebagai penutup, Ustad Muhammad Soleh mengingatkan para wisudawan untuk tetap istiqomah dalam menuntut ilmu, dengan mengutip pesan dari Imam Syafi’i, “Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan.”
Acara Wisuda Hafidz II dan Peresmian Ponpes Tahfidz Madinatul Qur’an ini menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Garut dalam mengembangkan dan membumikan syiar Islam, serta mencetak generasi Qurani yang handal. Semoga upaya tersebut dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan memberikan jalan lurus untuk mencapai kehidupan yang bermakna di dunia dan akhirat.















