Home / Pemerintahan

Kamis, 19 Juni 2025 - 20:12 WIB

Razia Gabungan Sat Narkoba dan Satpol PP Sasar Ruko “Tertutup Rapat” di Garut

Untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Garut tetap kondusif, Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polres Garut bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar razia gabungan pada Kamis (19/6/2025). 

Untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Garut tetap kondusif, Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polres Garut bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar razia gabungan pada Kamis (19/6/2025). 

PENA GARUT.COM-Untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Garut tetap kondusif, Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polres Garut bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar razia gabungan pada Kamis (19/6/2025).

Operasi terpadu menyasar tiga lokasi yang kerap dilaporkan warga: deretan ruko di Jalan Guntur, warung di Jalan Bratayuda, dan pertokoan di Jalan Sudirman, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota.

“Ini tindak lanjut dari keresahan masyarakat soal dugaan peredaran obat terlarang serta miras. Kami tidak ingin Garut jadi pasar barang yang merusak masa depan anak‑anak,” tegas Kasat Narkoba Polres Garut AKP Usep Sudirman di sela operasi.

Ruko Bergembok, Aktivitas Membisu

Sesampainya di lokasi pertama, petugas mendapati pintu ruko terkunci gembok tebal. Pemandangan serupa terjadi di Bratayuda dan Sudirman—warung yang biasanya buka hingga larut malam tampak gelap dan sepi.

“Ada indikasi pelaku sudah mencium gelagat kami. Tapi ini tidak mengendurkan semangat kami,” ujar Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP Garut, Deni Permana.

Walau petugas tidak menemukan barang bukti miras ataupun obat‑obatan terlarang, razia kali ini dianggap sukses sebagai langkah preventif.

“Kami sengaja bergerak tanpa pemberitahuan luas agar efek kejutnya terasa,” tambah Deni.

AKP Usep memastikan kegiatan serupa akan digelar rutin—siang ataupun malam—dengan pola waktu acak.

“Kami akan terus pantau titik rawan dan menutup celah peredaran ilegal. Jika terbukti, kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Seorang warga Jalan Guntur, Rina (32), mengaku lega. “Dulu malam‑malam kerap lihat orang beli minuman keras dari ruko itu. Sekarang jadi lebih tenang,” tuturnya.

Polisi membuka kembali kanal pengaduan Taros Kapolres agar warga mudah melaporkan aktivitas mencurigakan.

“Kolaborasi polisi, pemerintah, dan warga adalah kunci. Tanpa laporan masyarakat, razia seperti ini sulit tepat sasaran,” jelas AKP Usep.

Pemerintah daerah juga menekankan edukasi bahaya narkoba lewat sekolah dan pesantren.

“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan penindakan. Edukasi harus jalan berdampingan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Garut, Asep Suryana, terpisah.

Meski tak ada barang sitaan, razia 19 Juni menjadi sinyal kuat bahwa aparat tidak main‑main menutup ruang gerak peredaran miras dan obat terlarang di Garut.

Polres Garut menegaskan bakal turun kembali hingga para pelaku benar‑benar hilang dari peredaran.

“Warga diimbau menjaga kewaspadaan dan melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Garut diharapkan tetap aman, kondusif, dan bebas dari ancaman narkoba.”

Share :

Baca Juga

Sebanyak 337 kepala keluarga dari 8 desa di Kecamatan Pangatikan mendapatkan bantuan pangan sebagai langkah konkret dalam membantu mereka yang terdampak parah oleh musim kering yang berkepanjangan. Bantuan ini merupakan bukti solidaritas pemerintah daerah dan masyarakat Garut untuk mengatasi tantangan ekstrem yang melanda Kabupaten Garut.foto (Ihsan).

Pemerintahan

Sebanyak 337 Kepala Keluarga di Kecamatan Pangatikan Dapat Bantuan Pangan 
Sikap humanis seorang anggota kepolisian kembali menjadi sorotan. Bripka Yanto, anggota Polsek Tarogong Kaler, dengan sukarela mengasuh dua anak yatim piatu yang terlantar setelah sang ayah dipenjara karena kasus pencurian, sementara ibunya terbaring sakit akibat stroke.

Pemerintahan

Bripka Yanto, Polisi di Garut yang Rawat Dua Anak Terlantar Usai Sang Ayah Dipenjara
Bupati Garut, Rudy Gunawan, memberikan sambutan dalam acara Jumpa Paguyuban SRC Garut, di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (25/11/2023).

Pemerintahan

Bupati Garut Ajak 700 Pemilik Warung Kelontong Masuk Sistem Ritel Terencana
Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto melakukan silaturahmi dengan jajaran pengurus Muhammadiyah dan Persatuan Islam (Persis) Kabupaten Garut pada Rabu (03/09/2025).

Pemerintahan

Kapolres Garut Apresiasi Muhammadiyah dan Persis, Bicara Soal Kerukunan Umat
Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran Polsek Wanaraja Polres Garut. Salah satunya dengan menggelar patroli dan penindakan terhadap aktivitas balap liar yang kerap meresahkan warga, terutama pada malam hingga dini hari.

Pemerintahan

Resahkan Warga, Balap Liar di Pangatikan Garut Dibubarkan Polisi
Sejumlah warga bersama aparat setempat bergotong royong membersihkan puing-puing rumah yang roboh di Desa Wanasari dan Desa Wanaraja, Kecamatan Wanaraja, Garut, pada Minggu (23/3/2025).

Pemerintahan

Pemerintah Kecamatan Wanaraja Respons Cepat Perbaiki Rumah Roboh di Dua Desa
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Garut resmi menahan seorang perempuan berinisial RM alias Morenz (34), warga Kecamatan Karangpawitan, atas dugaan penipuan dan penggelapan melalui arisan online.

Pemerintahan

Sat Reskrim Polres Garut Bongkar Penipuan Arisan Online, Tersangka Resmi Ditahan
Seorang perempuan berinisial TG (44), warga Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, berhasil diamankan oleh Unit III Pidana Umum Satreskrim Polres Garut bersama Tim Sancang atas dugaan pencurian dua perhiasan emas di sebuah toko emas di Pasar Baru Cibatu, Garut.

Pemerintahan

Curi Gelang dan Kalung, Wanita Asal Katapang Diamankan Tim Reskrim Polres Garut
error: Content is protected !!