PENA GARUT.COM-Lapas Kelas IIA Garut menghadirkan inovasi baru dalam menjaga keamanan dengan meluncurkan program sepeda patroli sejak 1 September 2025. Roda sepeda kini rutin berputar menyusuri blok hunian, halaman, hingga area steril, menggantikan sebagian tugas jalan kaki petugas yang selama ini cukup melelahkan.
Kepala Lapas Garut menegaskan bahwa sepeda bukan hanya sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari strategi keamanan.
“Sepeda ini kami hadirkan agar petugas bisa bergerak lebih cepat dan sigap. Patroli bukan sekadar rutinitas, tapi kunci deteksi dini gangguan keamanan. Dengan sepeda, jarak tak lagi jadi hambatan,” ujarnya.Sabtu(06/09/2025)
Patroli dilakukan selama 24 jam penuh, setiap jam sekali. Petugas jaga, Karupam, perwira piket, hingga pejabat struktural turut memastikan keamanan tetap terkendali. Jadwal ini tak pernah terlewat, sebab keamanan Lapas dianggap sebagai tanggung jawab bersama.
Bagi petugas, sepeda patroli membawa suasana baru. Salah satu penjaga berbagi pengalaman usai berkeliling pada pagi hari.
“Kalau dulu harus jalan kaki keliling area yang cukup luas, sekarang terasa lebih ringan. Kami bisa lebih cepat tiba di titik rawan sekaligus lebih fokus mengamati sekitar,” katanya sembari menggenggam setang sepeda yang masih berembun.
Inovasi ini juga memberi nuansa humanis. Patroli sepeda membuka ruang interaksi ringan antara petugas dengan warga binaan, menghadirkan suasana keamanan yang tidak melulu tegang, tetapi tetap waspada.
Tak hanya internal, program ini juga diperkuat melalui sinergi dengan TNI dan Polri. Kolaborasi tersebut memastikan pengamanan Lapas Garut tidak hanya kokoh dari dalam, tetapi juga solid dari luar.
Pesan yang ingin disampaikan melalui program ini jelas: keamanan bukan hanya soal pagar tinggi atau teralis besi, melainkan lahir dari kesiapan, kerja sama, dan inovasi. Di Garut, roda sepeda kini menjadi simbol semangat itu—berputar tanpa henti menjaga tembok yang tak pernah tidur.















