PENA GARUT.COM– Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut untuk meninjau kesiapan jalur mudik Lebaran 2026 sekaligus menyerahkan kompensasi bantuan kepada pengemudi kendaraan tidak bermotor.
Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolres Garut, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Sabtu (14/3/2026).
Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kemacetan di jalur nasional dan provinsi yang selama ini kerap dipadati kendaraan saat arus mudik, terutama akibat aktivitas kendaraan tradisional seperti delman dan becak.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa selama puncak arus mudik Lebaran, operasional kendaraan tradisional seperti delman dan becak yang biasa melintas di jalur utama akan diliburkan sementara.
Sebagai bentuk perhatian terhadap para pengemudi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan kompensasi sebesar Rp200.000 per hari kepada setiap pengemudi yang terdampak kebijakan tersebut.
Di wilayah Kabupaten Garut sendiri tercatat sebanyak 483 kendaraan tradisional menerima bantuan tersebut, terdiri dari 477 delman dan 6 becak yang biasa beroperasi di ruas jalan nasional dan provinsi.
“Kegiatan ini bertujuan mempermudah dan memperlancar tugas dari Kementerian Perhubungan dan Mabes Polri, sehingga jalur yang berpotensi menimbulkan kemacetan bisa dilalui dengan lancar,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak ekonomi karena ada uang yang berputar di masyarakat sekaligus memberikan kebahagiaan bagi para pengemudi kendaraan tradisional,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan solusi yang cukup efektif dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat saat mudik.
“Ini merupakan langkah yang baik karena selain membantu memperlancar arus lalu lintas, juga memberikan perhatian kepada para pengemudi kendaraan tradisional,” kata Dudy.
Di sisi lain, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memastikan bahwa Kabupaten Garut telah siap menghadapi lonjakan pemudik tahun ini. Ia menyebutkan berbagai persiapan telah dilakukan melalui koordinasi lintas instansi bersama Polres Garut.
“Jalur mudik sudah sepenuhnya bisa dilewati, bahkan jalur alternatif yang sebelumnya berlubang sudah selesai diperbaiki,” ungkap Syakur.
Pemerintah Kabupaten Garut juga menyiapkan empat Pos Terpadu di sejumlah titik strategis, yakni di wilayah Pamengpeuk, Cisewu, Garut Kota, dan Malangbong untuk memastikan pelayanan maksimal bagi para pemudik.
Selain itu, berbagai fasilitas pendukung juga telah disiapkan oleh masing-masing instansi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menuntaskan perbaikan jalan di jalur utama maupun alternatif.
Dinas Perhubungan memasang dan memastikan lampu penerangan jalan berfungsi dengan baik, sementara Dinas Kesehatan menyiagakan Puskesmas di sepanjang jalur mudik selama 24 jam.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyiapkan rest area bagi para pemudik serta melakukan penjagaan kebersihan lingkungan secara intensif.
Bupati Garut menilai momentum mudik ini juga menjadi peluang untuk memperkenalkan wajah Garut kepada masyarakat luas.
“Ini kesempatan langka. Warga Garut yang datang akan memberikan penilaian terhadap kondisi Garut saat ini. Mudah-mudahan mereka mendapatkan kesan yang baik sehingga ke depan bisa mengajak lebih banyak orang untuk berkunjung ke Garut,” pungkasnya.















