PENA GARUT.COM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut Dapil 111, Endang Saepudin, menyerap aspirasi masyarakat di berbagai titik selama reses masa sidang I periode 2024-2029.
Reses yang dilaksanakan di lima kecamatan, yaitu kecamatan Karangtengah, kecamatan Sukawening, kecamatan Wanaraja, kecamatan Pangatikan, dan kecamatan Sucinaraja, menjadi momen penting untuk mendengarkan langsung keluhan serta harapan warga.
Endang mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat dalam mengikuti reses kali ini sangat tinggi.
“Alhamdulillah, respon dari masyarakat sangat antusias, mereka datang untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan. Saya sudah menampung semuanya, dan ini akan saya jadikan bahan untuk dilaporkan ke pimpinan, serta akan saya perjuangkan,” ujarnya.saat di wawancarai usai melaksanakan reses di kampung Ciloa,Desa Sukaratu, kecamatan Sucinaraja,Garut, Jumat (18/10/2024).
Lanjut ia, Infrastruktur dan Guru Ngaji, Keluhan Utama Masyarakat Garut Salah satu isu utama yang disampaikan oleh masyarakat adalah masalah infrastruktur, khususnya di wilayah Garut Dapil 111.
“Banyak warga yang mengeluhkan kondisi jalan dan fasilitas umum yang masih memerlukan perbaikan. Tidak hanya itu, isu keagamaan juga menjadi perhatian serius, terutama terkait rehabilitasi masjid dan madrasah di beberapa kecamatan,”ujarnya.
Endang juga menyoroti permintaan dari para ustad dan ajengan mengenai insentif bagi guru ngaji. “Harapan masyarakat, terutama para ustad dan ajengan, adalah adanya insentif bagi guru ngaji sebagai motivasi bagi mereka untuk mendidik anak-anak di wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Dalam reses ini, Endang berkomitmen untuk membawa setiap aspirasi dan keluhan masyarakat ke tingkat yang lebih tinggi, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Dengan mendengarkan langsung suara rakyat, diharapkan segala permasalahan yang ada di Kabupaten Garut, khususnya di Dapil 111, dapat diatasi dengan lebih cepat dan tepat sasaran,”tandasnya.















