PENA GARUT.COM-Karangtengah – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Karangtengah pada Senin siang (26/05/2025) memicu bencana longsor yang menimpa lingkungan SMPN 1 Karangtengah. Dalam insiden tersebut, tembok pembatas sekolah yang berada tepat di depan ruang guru runtuh sepanjang sekitar enam meter.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena sebagian besar siswa sudah pulang saat peristiwa terjadi. Warga setempat menyebut, hujan deras mengguyur wilayah tersebut tanpa henti sejak siang hari, membuat struktur tanah menjadi labil dan memicu longsoran.
“Saat kejadian sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, hujan benar-benar sangat deras. Tiba-tiba tembok langsung ambruk dan menimbulkan suara keras,” ujar Yusup, S.Pd., salah satu tokoh masyarakat yang turut menyaksikan kondisi pascakejadian.
Menurut Yusup, tembok tersebut sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda keretakan sejak beberapa waktu lalu. Namun, derasnya curah hujan memperparah kondisi dan menyebabkan runtuhnya benteng tersebut ke area bawah, meninggalkan puing-puing yang berserakan.
“Kami bersyukur tidak ada guru atau siswa yang menjadi korban. Sekarang fokus kami adalah melakukan penanganan sementara dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mempercepat proses perbaikan,” ungkapnya lebih lanjut.
Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini menjadi peringatan keras bagi sekolah dan pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi bangunan pendidikan yang sudah tua atau rentan, terlebih saat musim penghujan mulai datang.
“Saya imbau seluruh warga Karangtengah agar tetap waspada dan berhati-hati dengan kondisi cuaca yang ekstrem seperti ini,” tutupnya.
Pihak sekolah saat ini tengah melakukan pembersihan dan memasang pembatas di sekitar lokasi longsor guna menghindari potensi bahaya susulan. Dinas terkait juga telah turun ke lapangan untuk melakukan survei awal terhadap kerusakan.(San)















