PENA GARUT.COM – Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) mewisuda sebanyak 560 lulusan dalam Wisuda ke-29 sekaligus Angkat Sumpah Gelombang Pertama Tahun Akademik 2025/2026. Acara wisuda Tersebut dilaksanakan di Hotel Santika,Rabu (13/10/2026).
Momentum tersebut menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya prosesi wisuda digelar dengan membawa nama Institut Kesehatan Karsa Husada Garut setelah sebelumnya berstatus sebagai STIKes Karsa Husada Garut.
Rektor Institut Kesehatan Karsa Husada Garut, Dr. Iwan Wahyudi, S.Kep., Ners., M.Kep., mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni untuk menandai berakhirnya masa pendidikan, tetapi menjadi awal dari tanggung jawab para lulusan untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat.
“Wisuda bukan sekadar upacara pengukuhan gelar akademik, bukan pula sekadar penanda berakhirnya masa studi. Wisuda adalah peristiwa penting yang menandai keberhasilan suatu proses pendidikan sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Iwan.
Menurutnya, perjalanan para wisudawan hingga mencapai tahap tersebut tidak terlepas dari berbagai proses panjang, mulai dari menyelesaikan tugas akademik, praktik klinik, menghadapi ujian hingga menyusun penelitian.
Atas capaian tersebut, Iwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan.
“Atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademika Institut Kesehatan Karsa Husada Garut, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati,” katanya.
Pada pelaksanaan wisuda tahun ini, 560 lulusan berasal dari sejumlah program studi. Rinciannya, D3 Keperawatan sebanyak 126 lulusan, D3 Kebidanan 44 lulusan, S1 Keperawatan 105 lulusan, Program Profesi Ners 105 lulusan, Profesi Bidan 34 lulusan, Teknologi Laboratorium Medis 89 lulusan, serta D3 Farmasi sebanyak 57 lulusan.
Prosesi wisuda tersebut dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pagi dan siang.
Iwan menjelaskan, perubahan status dari STIKes menjadi Institut Kesehatan Karsa Husada Garut merupakan bagian dari perjalanan panjang institusi dalam merespons perkembangan kebutuhan pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Transformasi tersebut juga diikuti dengan pengembangan program studi. Tahun ini IKKHG telah membuka Program Sarjana Gizi sehingga secara keseluruhan telah memiliki sembilan program studi.
“Perubahan ini merupakan tekad kami untuk memperluas kontribusi dalam pendidikan kesehatan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang profesional,” ungkap Iwan.
Tak berhenti pada pengembangan program studi, IKKHG Garut juga tengah mempersiapkan langkah pengembangan institusi melalui rencana pendirian Fakultas Kedokteran Gigi.
Iwan berharap proses tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga dapat berjalan lancar.
“Saat ini kami sedang berproses untuk pendirian Fakultas Kedokteran Gigi. Doa dan dukungannya sangat kami harapkan, semoga proses ini berjalan lancar dan diberikan kemudahan-kemudahan,” tuturnya.
Di sisi lain, capaian akademik IKKHG Garut juga ditunjukkan melalui hasil akreditasi sejumlah program studi. Pada tahun ini, empat program studi berhasil memperoleh predikat unggul.
Keempat program studi tersebut yakni D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, S1 Keperawatan dan Program Profesi Ners.
Iwan menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur kampus, mulai dari civitas akademika, yayasan, mahasiswa, alumni, mitra kerja hingga pengguna lulusan.
“Pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh civitas akademika, yayasan, mahasiswa, alumni, mitra kerja, pengguna serta berbagai pihak yang senantiasa mendukung kemajuan institusi,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut harus menjadi pijakan bagi IKKHG untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja serta perkembangan sistem kesehatan nasional.
Menurut Iwan, keberagaman program studi yang dimiliki IKKHG juga menjadi kekuatan dalam membangun pendidikan kesehatan berbasis multidisiplin. Pelayanan kesehatan, kata dia, tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan satu profesi.
“Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak dapat diwujudkan oleh satu profesi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi, komunikasi dan sinergi antarprofesi,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor IKKHG Garut juga memberikan apresiasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang selama ini berperan dalam proses pendidikan mahasiswa.
Ia menilai dedikasi tenaga pendidik sangat penting, mulai dari memberikan pembelajaran, membimbing mahasiswa, menguji, mendampingi praktik klinik, melakukan penelitian hingga memastikan seluruh proses akademik berjalan dengan baik.
Apresiasi juga disampaikan kepada berbagai mitra kerja sama, termasuk rumah sakit, puskesmas, klinik, laboratorium, apotek dan institusi kesehatan lainnya yang selama ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan praktik mahasiswa.
Dengan transformasi menjadi institut, penambahan program studi, capaian akreditasi unggul dan rencana pendirian Fakultas Kedokteran Gigi, IKKHG Garut menargetkan penguatan peran sebagai institusi pendidikan kesehatan yang mampu menghasilkan sumber daya manusia profesional, adaptif dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Bagi 560 lulusan yang diwisuda, momentum tersebut menjadi titik awal untuk membawa ilmu, kompetensi dan nilai pengabdian yang diperoleh selama menempuh pendidikan ke tengah masyarakat.














