Zona nyaman adalah sebuah kondisi, dimana seseorang merasa aman menjalani hari- hari yang minim resiko tanpa kecemasan dan kekhawatiran, namun juga stagnan tanpa tantangan yang berarti, berada di zona nyaman memang begitu mudah, simple dan menyenangkan pada satu sisi, tetapi pada sisi lain juga tidak akan membawa kemajuan yang berarti, aman, tanpa ketegangan, tetapi tidak ada progress yang berarti.
Keluar, melangkah dan tinggalkan zona nyaman akan mendorong memperbanyak dan memperdalam pengetahuan tentang apa yang diinginkan, diperlukan, dan dicari oleh diri untuk peningkatan kompetensi.
Salah Satu Langkah untuk meng-upgrade diri dan kecerdasan , keluar dan tinggalkan zona nyaman akan membantu kita menggali kecerdasan dan potensi kita lebih dalam lagi.
Berada di zona nyaman hanya akan membuat kita bersosialisasi dengan orang- orang yang ada di lingkungan dan lingkaran hidup kita saja, berbeda jika kita memberanikan diri untuk tinggalkan zona nyaman, kita akan bisa mengenal lebih banyak orang, memperluas relasi dan jaringan, dan juga bersosialisasi dengan lebih banyak orang di lingkungan luar sana, yang mana dengan relasi baru tersebut bisa lebih menambah wawasan dengan saling berbagi informasi- informasi yang baru yang pastinya akan berguna untuk kemajuan diri.
Selain itu bisa juga membuat pribadi menjadi lebih terbuka, kritis , dan praktis. Dan juga akan mendukung menjadi pribadi yang lebih bijaksana, terbuka, dan praktis, terhadap masalah apapun.
Hal tersebut juga disadari ataupun tidak merupakan salah satu Langkah kecil menuju sukses atau apa yang diinginkan dalam hidup, meskipun tak bisa dipungkiri di awal- awal memang penuh dengan kekhawatiran,ketidaknyamanan, penuh perjuangan , berat dan menyedihkan, mungkin juga banyak air mata dan keringat yang tumpah, karena mempelajari hal- hal yang baru pasti jauh dari kata nyaman, tetapi perlahan tapi pasti hal tersebut akan berubah menjadi membaik, kita akan merasakan kenyamanan lain yang akan membantu lebih cepat untuk mendapatkan sesuatu yang disebut dengan kesuksesan, lambat laun kita akan berada pada suatu kondisi “nyaman “ dalam “ketidaknyamanan”. Bukankah hal tersebut lebih menyenangkan ?
Penulis pernah berada dalam kondisi zona nyaman yang menenangkan, mengerjakan segala sesuatu hanya dari apa yang diketahui tanpa menyadari bahwa situasi dan kondisi senantiasa menuntut pembelajaran yang tanpa henti, zona nyaman yang bias yang membuat penulis berada dalam situasi seperti katak dalam tempurung, yang tertutupi matanya dari semua perkembangan yang terjadi di luar sana.
Pandemi Covid 19 yang melanda negeri ini membuat kita para guru harus berusaha lepas dan beranjak tinggalkan zona nyaman, rela ataupun tidak rela, para guru harus bahu- membahu ,saling berkolaborasi, saling bantu, agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan lancar, sehingga siswa tetap mendapatkan haknya untuk mendapatkan pengajaran meskipun terkendala situasi dan kondisi karena pandemic yang menerpa, kita harus berusaha paham bahwa kemampuan dan kondisi siswa berbeda- beda. Seperti apa yang dikatakan oleh Menteri Nadiem Makarim bahwa satu- satunya cara untuk benar- benar belajar, dan tumbuh sebagai individu adalah keluar dari zona nyaman, dan disitulah level pembelajaran yang paling optimal terjadi.
Senantiasa belajar mengupgrade pengetahuan merupakan salah satu bentuk lepas dari zona nyaman
Pembelajar sepanjang hayat adalah salah satu karakter yang harus ditumbuhkembangkan kepada anak- anak didik kita,kita sebagai guru yang menjadi role model sudah selayaknya memberikan contoh dan memupuk karakter untuk selalu mempelajari hal- hal baru yang bisa menambah wawasan dan menambah adaptability atau kemampuan menyesuaikan diri dengan hal- hal baru dalam menghadapi tuntutan zaman yang selalu berubah.
Mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak merupakan salah satu cara penulis untuk keluar dari zona nyaman, karena program Pendidikan ini merupakan program identifikasi , dan pelatihan yang nantinya akan menghasilkan pemimpin- pemimpin pembelajaran yang mengarahkan siswa yang memiliki profil pelajar Pancasila ( Beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia, berkebinekaan, bergotong- royong, Kreatif, bernalar Kritis, Mandiri ) . Program ini merupakan suatu terobosan yang dilakukan oleh Mendikbud untuk memunculkan guru- guru penggerak yang menggerakkan komunitasnya di institusi pendidikannya masing- masing, program ini dirancang untuk dapat mencetak sebanyak mungkin agen- agen transformasi dalam ekosistem Pendidikan, selain pelatihan kepemimpinan, filosofi Pendidikan, membangun budaya dan visi di sekolah, juga berfokus pada pelatihan pengelolaan blended learning, pembelajaran yang memerdekakan dan berpusat pada siswa, .
Dalam program ini banyak sekali pengetahuan baru yang didapatkan oleh penulis, keterampilan- keterampilan baru yang diharuskan untuk dikuasai, memaksa penulis untuk mempelajarinya dan menguasainya, Ketrampilan IT, pembelajaran di kelas yang berpusat kepada siswa, pembelajaran Sosial Emosional, Coaching, dll, selain ilmu- ilmu baru yang pasti sangat bermanfaat, penulis juga mendapatkan kesempatan dan pengalaman belajar bersama para rekan- rekan sesama peserta PPGP yang hebat, pendamping, dan fasilitator yang luar biasa
Program Pendidikan ini berlangsung selama 9 bulan , yang nantinya akan menghasilkan lulusan( Guru Penggerak ) yang diharapkan mempunyai peran sebagai berikut :
- Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru dan sekolah dan di wilayahnya
- Menjadi pendamping bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah
- Mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah
- Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan di luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
- Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well being ekosistem Pendidikan di sekolah.
Biodata Penulis
Nama : Iceu Hidayanti S.Pd
Asal Instansi : SMPN 1 Cisurupan
Hobby : Membaca , Menulis














