Home / Pemerintahan

Kamis, 10 September 2026 - 14:42 WIB

Viral Video Bullying Pelajar SMP di Sukawening, Polres Garut Periksa 7 Anak

Polres Garut menangani kasus dugaan perundungan (bullying) yang berujung pada penganiayaan terhadap dua pelajar SMP berinisial NH dan NA di wilayah Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.

Polres Garut menangani kasus dugaan perundungan (bullying) yang berujung pada penganiayaan terhadap dua pelajar SMP berinisial NH dan NA di wilayah Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.

PENA GARUT.COM-Polres Garut menangani kasus dugaan perundungan (bullying) yang berujung pada penganiayaan terhadap dua pelajar SMP berinisial NH dan NA di wilayah Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.

Kasus tersebut menjadi perhatian setelah video dugaan perundungan terhadap korban beredar dan viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat adanya tindakan kekerasan terhadap korban.

Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa perundungan bukan sekadar candaan. Tindakan mengejek, merendahkan, mengintimidasi atau merundung seseorang secara verbal dapat memberikan dampak terhadap kondisi mental korban. Terlebih apabila perundungan tersebut disertai dengan tindakan kekerasan secara fisik. Kamis (10/9/2026).

Dalam perkara ini, polisi telah meminta keterangan terhadap tujuh orang yang diduga terlibat, dan seluruhnya merupakan perempuan serta masih berusia di bawah umur.

Ketujuh pelaku tersebut masing-masing berinisial AN (15), W (15), I (14), IM (15), ES (13), T (14), dan WS (16).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, peristiwa tersebut bermula ketika korban NH diketahui berpacaran dengan seorang laki-laki yang merupakan mantan pacar AN.

AN kemudian menduga bahwa korban telah merebut pacarnya.

Persoalan tersebut selanjutnya diklarifikasi melalui pertemuan antara korban dan AN. Pertemuan pertama dilakukan sepulang sekolah sekitar pukul 13.30 WIB, di sebuah lokasi yang berjarak sekitar 15 menit dari sekolah.

Dalam pertemuan pertama tersebut, persoalan sempat dianggap selesai. Korban kemudian didampingi NA pulang menggunakan sepeda motor, sementara para pelaku juga meninggalkan lokasi.

Namun, situasi kembali berubah setelah salah seorang pelaku berinisial ES diduga memprovokasi agar persoalan tersebut tidak berhenti begitu saja. ES kemudian diduga menyampaikan perkataan yang mendorong pelaku AN untuk kembali memanggil korban.

Korban yang sebelumnya menganggap persoalan telah selesai akhirnya kembali mendatangi lokasi. Pada pertemuan kedua inilah dugaan penganiayaan terhadap korban terjadi.

Korban Diduga Mengalami Kekerasan Fisik

Dalam kejadian tersebut, AN diduga menampar korban sebanyak tiga kali. Kemudian W diduga melakukan pemukulan masing-masing satu kali terhadap korban NH dan temannya, NA.

Pelaku I yang masih duduk di kelas 3 SMP diduga mendorong para korban dan menampar NA sebanyak dua kali.

Sementara itu, pelaku IM diduga melakukan tindakan kekerasan dengan memiting dan mencekik korban, memukul, menarik pakaian korban hingga rusak, serta meludahi korban.

Pelaku ES yang merupakan pelaku paling muda diduga mencekik dan menampar NH. Tindakan tersebut diduga dilakukan untuk membatasi gerak korban sehingga pelaku lainnya dapat melakukan kekerasan.

Selanjutnya, pelaku T diduga menampar masing-masing korban. Sementara pelaku WS yang merupakan pelaku dengan usia paling tua dalam kelompok tersebut diduga berperan merekam kejadian menggunakan kamera telepon seluler.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh, antara lain pipi, kelopak mata, leher dan lengan.

Polisi Tegaskan Bullying Bukan Perbuatan yang dapat dibenarkan. Pihak kepolisian mengingatkan kepada para pelajar agar tidak melakukan perundungan maupun kekerasan terhadap teman sebaya dengan alasan apa pun.

Perundungan, baik secara verbal maupun fisik, dapat memberikan dampak serius terhadap korban. Terlebih apabila tindakan tersebut berkembang menjadi penganiayaan dan dilakukan secara bersama-sama.

Kapolres Garut juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap anak tetap memiliki konsekuensi hukum, meskipun para pelakunya masih berusia di bawah umur.

Dalam penanganan perkara ini, para pelaku tetap diproses menggunakan hukum acara peradilan anak dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Proses hukum terhadap para pelaku dilakukan dengan tetap memperhatikan status mereka sebagai anak yang berhadapan dengan hukum.

Polres Garut mengimbau para orang tua, pihak sekolah dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya perundungan di lingkungan pendidikan maupun pergaulan anak.

Setiap persoalan di kalangan pelajar hendaknya diselesaikan melalui komunikasi, pendampingan orang tua dan pihak sekolah, bukan melalui intimidasi, pengeroyokan ataupun kekerasan.

Polisi juga mengingatkan agar masyarakat tidak ikut menyebarluaskan video kekerasan terhadap anak yang dapat semakin memperburuk kondisi korban maupun berdampak terhadap perlindungan identitas anak yang terlibat dalam perkara.

Share :

Baca Juga

GARUT, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Garut telah resmi mengukuhkan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Garut Kota untuk masa jabatan 2022-2027. 

Pemerintahan

Cabang Muhammadiyah Garut Kota Siap Memajukan Muhammadiyah dengan Fokus pada Pembinaan Kader dan Pertumbuhan Anggota untuk Periode 2022-2027
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan amanat dalam Apel Pagi di lingkungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Kabupaten Garut. Apel yang berlangsung di Kantor PDAM Tirta Intan Garut, Jalan Raya Bayongbong, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, pada Senin (14/5/2025) ini menekankan pentingnya peran PDAM dalam menyediakan air bersih bagi warga.

Pemerintahan

Bupati Garut Ingatkan Pentingnya Peran PDAM: “Tanpa Air, Hidup Bisa Terhenti!”
Langkah krusial dalam pemekaran Desa Sindang Ratu kini ditempuh dengan serius oleh tim pemekaran kabupaten Garut di bawah kepemimpinan ketua tim. Langkah ini menciptakan dimensi profesionalitas, memastikan setiap prosedur diikuti dengan integritas. foto (Ihsan)

Pemerintahan

Pemekaran Desa Sindang Ratu mencapai tahap krusial dengan dimulainya verifikasi oleh panitia
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang pelayanan publik. Poliklinik Lapas Garut resmi meraih Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, predikat tertinggi dalam akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan primer.

Pemerintahan

Lapas Garut Raih Akreditasi Paripurna Kemenkes RI, Bukti Nyata Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Warga Binaan
Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-76 Tahun 2024 tingkat Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Lapangan Setda Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (23/12/2024).

Pemerintahan

Pemkab Garut Gelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-76 Tahun 2024
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80, jajaran Polres Garut memberikan kejutan istimewa kepada Kodim 0611 Garut dengan membawa tumpeng sebagai bentuk ucapan selamat dan sinergitas TNI-Polri. Kegiatan tersebut berlangsung di Makodim 0611 Garut, pada Sabtu (5/10/2025).

Pemerintahan

Polres Garut Berikan Kejutan ke Kodim 0611 Garut di HUT TNI ke-80
Pelaksanaan Workshop Prototype Pengembangan Desa Digital yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (9/3/2023). (Foto: Moch Ahdiansyah/ Diskominfo Garut)

Pemerintahan

Biro Perencanaan Kemenkominfo RI Gelar _Workshop Prototype_ Pengembangan Desa Digital di Kabupaten Garut
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut Masa Sidang III Tahun Sidang 2025 yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (28/7/2025).

Pemerintahan

Bupati Garut Soroti Infrastruktur dan Kesehatan di Rapat Paripurna DPRD, 200 Ribu Warga Terancam Tak Dapat BPJS
error: Content is protected !!