PENA GARUT.COM– Di balik keterbatasan hidup yang dijalani, Adi Rahmat, warga Kampung Pinggirjati, Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, masih menyimpan harapan untuk bisa mendapatkan perawatan dan kehidupan yang lebih layak.
Sudah kurang lebih satu tahun Adi Rahmat harus berjuang menghadapi penyakit stroke yang dideritanya. Kondisi tersebut membuat aktivitasnya sangat terbatas dan membutuhkan perhatian serta perawatan dari orang-orang terdekatnya. Namun, perjalanan hidup Adi Rahmat tidaklah mudah.
Sebelumnya, ia sempat dirawat oleh salah seorang kakaknya. Takdir berkata lain, sang kakak kemudian meninggal dunia. Kini, perawatan Adi Rahmat dilanjutkan oleh kakak tertuanya.
Di tengah rasa kehilangan dan tanggung jawab yang semakin berat, sang kakak tetap berusaha merawat Adi Rahmat dengan segala kemampuan yang dimiliki.
Kehidupan mereka pun serba pas-pasan, sementara pekerjaan tetap yang dapat menjadi sumber penghasilan juga tidak dimiliki.
Kondisi inilah yang membuat kebutuhan makan sehari-hari, biaya pengobatan, hingga keperluan perawatan Adi Rahmat menjadi perjuangan yang tidak ringan.
Di tengah keadaan tersebut, secercah perhatian datang dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut melalui Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Yogi Harisman, didampingi Lurah Karangmulya Cecep, dan kasi Kesra Kelurahan Karangmulya Dani yang menyempatkan diri mengunjungi Adi Rahmat secara langsung.
Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat kondisi Adi Rahmat, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian untuk mengetahui secara langsung kebutuhan yang tengah dihadapi oleh Adi Rahmat dan keluarganya.
Bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan, perhatian seperti ini tentu memiliki arti yang sangat besar. Sebab, terkadang bukan hanya bantuan yang dibutuhkan, tetapi juga keyakinan bahwa masih ada pihak yang peduli dan tidak membiarkan mereka menghadapi perjuangan seorang diri.
Di usia dan kondisi yang serba terbatas, Adi Rahmat hanya bisa menjalani hari demi hari dengan perawatan dari keluarganya. Sementara sang kakak, dengan segala keterbatasannya, tetap berusaha bertahan demi merawat adiknya.
Kini, harapan itu kembali tumbuh. Semoga perhatian dari pemerintah dan kepedulian masyarakat dapat menjadi jalan bagi Adi Rahmat untuk memperoleh bantuan, pengobatan, serta perawatan yang dibutuhkannya.
Karena di balik tubuh yang sedang terbaring lemah, masih ada harapan untuk sembuh, masih ada keluarga yang setia merawat, dan masih ada doa agar suatu hari Adi Rahmat dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.















