PENA GARUT.COM – Institut Kesehatan Karsa Husada Garut menggelar Seminar Nasional Tahun 2026 sekaligus launching Program Studi S1 Gizi dan SDGs Center di Kampus 2 Institut Kesehatan Karsa Husada Garut. Kegiatan ini mengangkat tema “Pembangunan Kesehatan Nasional melalui Peningkatan Ketahanan Gizi Masyarakat”.
Seminar nasional tersebut menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Bappenas Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., Ketua AIPGI Pusat Prof. Dr. Ir. Budi Setiawan, M.S., serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.
Rektor Institut Kesehatan Karsa Husada Garut, Dr. Iwan Wahyudi menyampaikan bahwa tema seminar dipilih sebagai bentuk kepedulian akademik terhadap upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan ketahanan gizi.

Menurutnya, ketahanan gizi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan bangsa. Tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan pangan, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, produktif, unggul, dan mampu bersaing.
“Ketahanan gizi masyarakat bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, melainkan juga menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang sehat, produktif, unggul, dan berdaya saing,” ujar Dr. Iwan Wahyudi dalam sambutannya.
Ia menambahkan, Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari tingginya angka stunting, ketimpangan akses layanan kesehatan, hingga perubahan pola penyakit yang semakin kompleks. Karena itu, peningkatan ketahanan gizi harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi emas Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Institut Kesehatan Karsa Husada Garut juga resmi meluncurkan Program Studi S1 Gizi dan SDGs Center sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Launching Program Studi S1 Gizi dan SDGs Center ini menjadi bentuk komitmen kami dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” katanya.
Seminar nasional ini juga diharapkan menjadi ruang ilmiah untuk memperkuat jejaring akademik, bertukar gagasan, serta melahirkan rekomendasi strategis bagi pembangunan kesehatan nasional di masa depan.
Rektor Institut Kesehatan Karsa Husada Garut turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, panitia, mitra kerja sama, tamu undangan, dan peserta yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami berharap seminar nasional ini dapat memberikan manfaat akademik maupun praktis bagi pengembangan ilmu kesehatan dan pembangunan bangsa Indonesia,” pungkasnya.















