PENA GARUT.COM– Demi meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut mengukuhkan langkah baru dalam membangun layanan air bersih yang transparan dan bebas dari pungutan liar (pungli).
Melalui program bertajuk“Penguatan PDAM Garut Bebas Pungli,” PDAM Tirta Intan Garut berkomitmen penuh untuk mewujudkan pelayanan air minum yang akuntabel dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.
Program ini hadir sebagai respon atas tantangan korupsi dan pungli yang masih menjadi hambatan di berbagai sektor publik di Indonesia, termasuk layanan air bersih.
Dengan adanya inisiatif ini, PDAM Tirta Intan Garut berharap mampu memberikan akses air bersih yang lebih mudah dan terjangkau, terutama bagi warga dengan tingkat ekonomi rendah. Inisiatif ini juga bertujuan menjaga integritas layanan publik di sektor air minum.
Direktur PDAM Tirta Intan Garut, Dr. H. Aja Rowikarim, menegaskan komitmennya terhadap pelayanan publik yang lebih transparan.
“Kami ingin PDAM Garut menjadi lembaga contoh yang bebas dari pungli, karena air bersih adalah hak dasar setiap warga,” ujarnya. Kamis(07/11/2024).
Dengan semangat ini, program bebas pungli yang diluncurkan mencakup beberapa langkah konkret yang diharapkan mampu memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat Garut.
Salah satu wujud nyata dari program ini adalah peluncuran sistem pengaduan daring yang memungkinkan pelanggan melaporkan dugaan pungli atau pelanggaran lainnya secara anonim.
Sistem ini sejalan dengan prinsip whistleblowing, yang memastikan keamanan identitas pelapor dan meningkatkan efektivitas pengawasan publik dalam mengidentifikasi potensi pelanggaran di dalam pelayanan PDAM.
Selain itu, PDAM Garut memperkuat pengawasan internal dengan melibatkan beberapa institusi terkait untuk mengawasi proses distribusi air secara berkelanjutan.
Langkah ini bertujuan mencegah adanya penyimpangan yang dapat merugikan pelanggan dan memastikan layanan yang benar-benar bersih dan adil.
Pengawasan yang kuat ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan, sesuai arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
PDAM Tirta Intan Garut juga menggandeng lembaga-lembaga eksternal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif pungli serta pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi layanan publik.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran komunitas dalam mengawal program bebas pungli, sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran.
Menurut kajian yang diterbitkan dalam Journal of Public Administration, partisipasi masyarakat terbukti penting dalam keberhasilan pemberantasan pungli di sektor publik.
Dengan dukungan penuh dari masyarakat, program ini diharapkan dapat menginspirasi berbagai institusi lain untuk menerapkan program serupa.
Program bebas pungli ini diharapkan akan berdampak langsung pada kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Garut. Akses air bersih yang bebas pungli tidak hanya memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat, namun juga mendukung produktivitas dan kesejahteraan ekonomi warga.
Dengan berkurangnya praktik pungli, masyarakat dapat lebih berfokus pada aktivitas ekonomi dan sosial yang produktif.
PDAM Tirta Intan Garut optimistis bahwa program “Penguatan PDAM Garut Bebas Pungli” ini akan menciptakan layanan publik yang lebih bersih, adil, dan merata.
Harapannya, program ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengedepankan integritas dan transparansi dalam layanan publik, khususnya di sektor air bersih.















